Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi dari Kantor hingga Program Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi dari Kantor hingga Program Masyarakat

Pertamina juga menjalankan program Desa Energi Berdikari yang kini telah tersebar di 252 lokasi. -Humas Pertamina-

HARIAN DISWAY - PT Pertamina (Persero) memperkuat budaya hemat energi melalui berbagai program internal perusahaan hingga masyarakat guna mendukung keberlanjutan energi nasional, Sabtu, 28 Maret 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan efisiensi energi di lingkungan kerja dan operasional perusahaan. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan bahwa gerakan hemat energi menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.

“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan energi secara bijak, terutama bahan bakar minyak dan LPG, menjadi hal yang mendesak. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM dalam upaya mitigasi dampak geopolitik terhadap pasokan energi dunia.

BACA JUGA:Program CurTis Pertamina Berdayakan Barber Lokal dan Layani Cukur Gratis Jelang Idulfitri di Kukar

BACA JUGA:Peringatan Hari Air Sedunia: Jejak Kepedulian Pertamina dari Papua Hingga Lokasi Bencana

Di lingkungan internal, Pertamina mendorong pekerja menggunakan transportasi publik dengan menyediakan layanan shuttle bus dari kantor menuju titik transportasi umum seperti stasiun dan halte bus. Fasilitas ini tidak hanya diterapkan di Jakarta, tetapi juga di berbagai unit kerja di daerah.

Selain itu, pekerja juga didorong menggunakan kendaraan kantor secara bersama untuk aktivitas dinas dalam kota guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Upaya ini sekaligus mendukung pengurangan emisi dan konsumsi energi.

Pertamina juga mengembangkan program “Sehat Bugar dan Senang” (SEBUSE) yang mengajak pekerja menerapkan gaya hidup aktif seperti berjalan kaki ke titik transportasi publik maupun bersepeda ke kantor. Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga efisiensi energi.

“Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan,” tambah Baron.


Kawasan industri yang menggunakan listrik tenaga surya.-Humas Pertamina-

Budaya hemat energi juga ditularkan kepada masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Mudik Bersama dan Balik Bersama. Program ini mendorong penggunaan transportasi massal yang lebih efisien energi serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” jelasnya.

Selain sektor transportasi, efisiensi energi juga diterapkan di lingkungan kantor dengan kebiasaan mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan. Desain gedung yang memaksimalkan pencahayaan alami turut membantu menekan konsumsi listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: