Proyek Manpatu PHM Melaju, Masuk Tahap Load Out dan Sail Away Jacket
Proyek Pengembangan Manpatu milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) masuk tahap loud out jacket -Dokumentasi PHM-
Proyek Manpatu mencatat tonggak penting dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Untuk pertama kalinya di wilayah Mahakam, proyek ini mengimplementasikan penggunaan pipa penyalur lokal jenis Electric Resistance Welding (ERW) secara menyeluruh, mulai dari subsea hingga riser dan pipe bend.
Di sisi lain, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Hingga Maret 2026, proyek ini berhasil mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (Lost Time Incident/LTI).
BACA JUGA:Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi dari Kantor hingga Program Masyarakat
BACA JUGA:Program CurTis Pertamina Berdayakan Barber Lokal dan Layani Cukur Gratis Jelang Idulfitri di Kukar
Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga lebih dari tiga juta jam kerja saat proyek rampung.
Sebagai proyek fast track, Manpatu dijalankan dengan jadwal yang sangat ketat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah upaya PT Pertamina dalam mengelola sumur-sumur migas yang telah memasuki fase penuaan.
Karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk kontraktor Engineering, Procurement, Supply, Construction, and Commissioning (EPSCC), menjadi faktor kunci keberhasilan proyek ini.
Tahapan load out dan sail away untuk topside dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April 2026. Sementara instalasi jacket dan topside ditargetkan rampung pada April hingga Mei 2026, dengan target onstream pada kuartal I tahun 2027.
PHM berharap dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong keberlanjutan produksi migas di Indonesia.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: