WFH Jumat Disorot DPR, Rabu Disebut Paling Tepat

WFH Jumat Disorot DPR, Rabu Disebut Paling Tepat

Anggota DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin mengusulan WFH Rabu dinilai turunkan BBM dan cegah long weekend -dok disway-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin mendorong pemerintah agar mempertimbangkan penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu pada Rabu.

Ia menilai, penurunan konsumsi bahan bakar minyak dapat terjadi jika WFH dijalankan di hari tersebut, karena aktivitas kerja ASN dan pegawai swasta berlangsung langsung dari rumah.

"Agar maksud dan tujuan WFH ini tercapai, sebaiknya pemerintah cermat dalam menentukan WFH," kata Khozin mengutip dari kompas pada Jumat 27 Maret 2026.

BACA JUGA:Harga BBM Tetap Stabil di Tengah Perang Timur Tengah, Warganet Soroti Kebijakan Pemerintah

BACA JUGA:Pertamina Siapkan Strategi Hadapi Krisis Global, Pastikan Pasokan BBM dan LPG Tetap Aman

Khozin menjelaskan, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan justru bisa terjadi jika WFH diterapkan pada Jumat.

Ia juga menegaskan, peluang terbentuknya long weekend cukup besar karena Jumat berdekatan langsung dengan Sabtu dan Minggu.

Khozin juga mendorong pemerintah agar memanfaatkan kebijakan WFH sebagai upaya mengendalikan polusi udara sekaligus memperbaiki tata kelola transportasi umum.

Penerapan skema WFH perlu diselaraskan dengan tujuan utama kebijakan tersebut agar berjalan efektif.

"Jumlah hari, pilihan hari, serta daerah mana saja dalam kebijakan WFH harus dikalkulasi secara presisi untuk mencapai target efisiensi penggunaan BBM dengan tanpa meninggalkan aspek pelayanan publik bagi masyarakat," ungkap Khozin.

BACA JUGA:Subsidi BBM dan Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Imbas Harga Minyak Dunia Melonjak

BACA JUGA:Pemerintah Pertimbangkan WFH dan Empat Hari Kerja Seminggu, Antisipasi Krisis BBM Akibat Perang

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pendekatan menyeluruh digunakan pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan WFH, termasuk dengan memperhitungkan produktivitas serta dampaknya terhadap penerimaan negara.

Ia menjelaskan, salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan WFH selama satu hari dalam setiap pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: