Red Bull Akui Fokus Gelar 2025 Berdampak pada Performa F1 2026

Red Bull Akui Fokus Gelar 2025 Berdampak pada Performa F1 2026

Akibat fokus pada pengembangan mobil 2025 Red Bull kesusahan mengimbangi regulasi 2026 -oracleredbullracing-instagram

HARIAN DISWAY- Red Bull Racing mengakui bahwa mereka kini harus menghadapi konsekuenssi dari keputusan besar yang diambil pada musim sebelumnya, ketika fokus penuh diarahkan untuk merebut gelar juara dunia 2025 bersama Max Verstappen. Keputusan tersebut kini berdampak pada performa tim di awal musim Formula 1 2026 yang belum sesuai harapan.

Langkah agresif itu memang membuahkan hasil, setelah Verstappen berhasil membalikkan defisit 104 poin dari Oscar Piastri dalam sembilan grand prix terakhir musim lalu. Ia bahkan hampir menyamai perolehan poin Lando Norris di McLaren, menunjukkandeterminasi luar biasa dalam mengejar gelar.

Namun keberhasilan tersebut tidak datang tanpa konsekuensi besar. Sumber daya tim, baik dari sisi finansial maupun teknis, difokuskan untuk mengembangkan mobil 2025 sehingga pengembangan mobil 2026 menjadi tertunda dibandingkan para rival.

Kondisi ini semakin diperumit oleh batasan anggaran dan regulasi aerodinamika yang ketat. Pembatasan penggunaan terowongan angin dan CFD membuat setiap tim harus membagi sumber daya secara cermat, terutama bagi tim papan atas seperti Red Bull.


Red Bull mengakui pengorbanan besar demi gelar 2025 kini berdampak pada performa musim 2026-oracleredbullracing-instagram

BACA JUGA:Max Verstappen Ancam Tinggalkan F1 di Akhir Musim 2026, Legenda Martin Brundle Beri Kritik Menohok

BACA JUGA:Verstappen di Persimpangan: Antara Red Bull, Pensiun, atau Sensasi Transfer

Sementara rival seperti Mercedes, Ferrari, dan McLaren mulai lebih awal fokus ke regulasi 2026. Red Bull justru masih mengembangkan mobil lamanya hingga akhir musim, termasuk upgrade terakhir di Grand Prix Meksiko.

Akibatnya, mobil RB22 yang digunakan pada musim 2026 belum mampu bersaing di barisan terdepan. Bahkan Red Bull kini hanya menjadi tim tercepat keempat dan sempat kalah bersaing dengan Alpine yang diperkuat Pierre Gasly dalam beberapa sesi kualifikasi.

Meski demikian, kepala tim Laurent Mekies menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak disesali oleh tim. Ia menilai bahwa mempertaruhkan fokus pada musim 2025 adalah langkah yang tepat karena tidak ada jaminan bahwa mengalihkan perhatian lebih awal ke 2026 akan memberikan hasil lebih baik.

"Kami pikir dan kami masih berpikir itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan, karena kami merasa bahwa beralih ke tahun 2025 akan menjadi jalan keluar yang mudah dan angan-angan tahun depan akan lebih baik, meskipun kami tidak sepenuhnya memahami apa batasan tahun 2025," ujar Mekies.

Menurut Mekies, investasi waktu dan energi pada akhir musim lalu memang berdampak pada titik awal mereka di musim 2026,  tetapi hasil tersebut bukan alasan untuk menyerah. Tim tetap optimis mampu memahami kekurangan dan memperbaiki performa seiring berjlannya musim.

"Apakah kami menggunakannya sebagai alasan? Tidak. Kami tidak senang dengan titik awal ini, tetapi kami pikir kami akan mengatasi kesulitan ini. Seperti yang kami lakukan tahun lalu,kami akan sepenuhnya memahami keterbatasan yang ada, dan tim ini sangat bagus dalam membalikkan keadaaan, dan kami memilki kesemppatan lain untuk melakukannya tahun ini," ungkap Mekies.

BACA JUGA:GP Jepang 2026: Bug Software Gagalkan Podium Russell

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: