Viral 'Susu Sekolah' Beredar di Minimarket, BGN: Tak Ada Monopoli di Program MBG

Viral 'Susu Sekolah' Beredar di Minimarket, BGN: Tak Ada Monopoli di Program MBG

BGN bantah monopoli susu UHT di program MBG. Label “susu sekolah” disebut strategi marketing produsen, bukan bagian kebijakan pemerintah-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Munculnya produk berlabel “susu sekolah” di pasaran memicu kecurigaan publik soal dugaan monopoli dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, langsung membantah keras tudingan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kerja sama eksklusif antara pemerintah dengan produsen susu tertentu dalam program MBG.

BACA JUGA:Produk 'Susu Sekolah' Dijual Bebas, Ultrajaya Hentikan Distribusi ke Pemasok

BACA JUGA:1.256 Dapur MBG Disetop! BGN Tegas Tindak SPPG Tak Penuhi Standar

"BGN tidak pernah membuat kontrak dan berkomitmen dengan produsen manapun. Jadi, kalau ada produsen yang untuk urusan marketing-nya kemudian membuat tulisan ‘susu sekolah’, kami kira itu murni upaya dari produsen yang bersangkutan,” kata Dadan pada kamis 2 April 2026.

Menurutnya, label “susu sekolah” yang beredar di minimarket bukan bagian dari program pemerintah, melainkan murni strategi pemasaran produsen untuk memanfaatkan momentum program MBG.

Dadan juga menjelaskan bahwa sistem pengadaan bahan pangan, termasuk susu, tidak terpusat. Seluruh pembelian dilakukan secara mandiri oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing daerah melalui mekanisme pasar terbuka.

BACA JUGA:MBG, Antara Martabat dan Rasa Lapar

BACA JUGA:Subsidi BBM dan Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas Imbas Harga Minyak Dunia Melonjak

"Seluruh SPPG membeli di pasar bebas. Tidak ada, misalnya, kita menunjuk ke produsen tertentu, kami bayar, kemudian nanti diserahkan ke penerima MBG secara gratis. Itu tidak ada," ucapnya.

Dengan sistem tersebut, pemerintah memastikan tidak ada penunjukan langsung ataupun praktik monopoli dalam pengadaan.

BGN pun menegaskan bahwa kemunculan produk “susu sekolah” di pasaran bukan berasal dari distribusi program MBG, melainkan inisiatif produsen yang melihat peluang pasar.

Isu ini sekaligus menyoroti besarnya dampak program MBG di masyarakat, hingga dimanfaatkan sebagai strategi branding oleh pelaku industri. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: tirto.id