Dibubarkan Gus Dur, Kini Dihidupkan Lagi

Dibubarkan Gus Dur, Kini Dihidupkan Lagi

ILUSTRASI Dibubarkan Gus Dur, Kini Dihidupkan Lagi.-Arya/AI-Harian Disway -

Namun, banyak yang mengkritik praktik dwifungsi di era Orde Baru (Orba). Termasuk Salim Said. Dwifungsi dianggap kebablasan karena militer menguasai semua aspek kehidupan berbangsa. Orba menjadikan Indonesia sebagai negara militer.

Kassospol terakhir adalah SBY. Di era itu kassospol menjadi kaster. Kemudian, dibubarkan oleh Gus Dur. Kini dihidupkan lagi oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Apakah masih relevan? ”Adanya jabatan kaster TNI ini adalah salah satu upaya agar TNI tetap adaptif terhadap dinamika dan tantangan tugas,” kata Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah. 

Tugas kaster, kata Aulia kepada media, membantu panglima TNI dalam merumuskan kebijakan dan fungsi teritorial. Khususnya, dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Demikian tambah Aulia.

Kini yang menjadi pertanyaan, apakah peran kaster era Prabowo akan bablas seperti kassospol era mertuanya dahulu? Secara teoretis sih tidak. Sebab, undang-undang (UU) sudah mengatur, militer aktif yang ditempatkan di jabatan sipil harus pensiun dulu. 

TNI aktif sudah tak boleh masuk menjadi anggota DPR karena sudah tidak ada lagi Fraksi TNI. Untuk menjadi kepala daerah, para anggota TNI juga harus pensiun. Juga, lewat kontestasi pemilihan langsung.

Jabatan-jabatan politis itu dipagar oleh UU. Beberapa pejabat dari kalangan militer, seperti Dirjen Bea Cukai, dilantik setelah pensiun. Dirut Garuda juga tentara pensiun.

Hanya ada satu yang mendapat kritik dan protes, yakni pengangkatan Letkol Teddy sebagai sekretaris kabinet. Teddy tetap aktif di militer. Istana beralasan, posisi seskab bagian dari organisasi sekretaris militer, salah satu jabatan yang diperbolehkan dijabat tentara aktif.

Di sisi lain, Prabowo memanfaatkan anggota TNI di program strategisnya. Misalnya, militer aktif terlibat langsung mengawal pembangunan infrastruktur Koperasi Merah Putih. Juga, terlibat  dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan munculnya dapur yang terafliasi dengan TNI. Pun, program ketahanan pangan. 

Kehadiran kaster, tampaknya, tak lepas dari peran TNI yang makin multifungsi. Yang diistilahkan adaptif dalam dinamika tugas.

Padahal, seperti yang dikatakan Salim Said, tentara tak boleh dilibatkan di luar militer. Kalau saat tak ada perang, tugas militer adalah berlatih, berlatih, dan berlatih. Biar kuat dan siaga. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: