Prabowo: Daripada Uang-Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Saya Bisa Makan
ILUSTRASI Prabowo: Daripada Uang-Uang Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Saya Bisa Makan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Seakan-akan pilihannya hanya dua: uang dikorupsi atau dipakai untuk MBG. Padahal, uang publik bisa dipakai untuk rakyat melalui banyak cara dan banyak tujuan. Semuanya tetap perlu diuji desainnya, diawasi pelaksanaannya, dikritik bila perlu, lalu diperbaiki.
Jadi, yang perlu dijaga bukan semangatnya saja, melainkan juga cara berpikirnya.
Kita tidak perlu memusuhi kalimat Prabowo itu. Tidak perlu juga tergesa-gesa menyebutnya salah. Ada maksud baik di sana, dan itu layak diakui. Memberi makan rakyat memang tujuan yang baik. Tidak ada masalah dengan itu.
Yang perlu dirapikan adalah cara kita menempatkan argumen tersebut. Memberantas korupsi bukan tambahan. Itu kewajiban. Sedangkan program seperti MBG, betapa pun baik niatnya, tetap harus dibawa ke ukuran yang jelas: tepat atau tidak, efisien atau tidak, rapi atau tidak, bersih atau tidak.
Kalau semuanya dirangkum dalam satu kalimat moral, ruang diskusinya bisa terasa lebih sempit. Fokus pembicaraan bisa cepat bergeser ke sisi emosional, sementara pertanyaan kritis yang lebih penting malah tertinggal.
Sayang kalau ruang diskusi itu jadi tertutup.
Sebab, urusan makan rakyat terlalu penting untuk dibela hanya dengan kontras yang tajam. Program sebesar itu butuh lebih dari sekadar keberanian bicara. Ia butuh pelaksanaan yang rapi, pengawasan yang kuat, dan kesediaan untuk terus diperiksa.
Bukan karena kita tidak percaya, melainkan karena uang yang dipakai adalah uang publik dan yang dipertaruhkan adalah hidup orang banyak.
Maka, barangkali yang paling masuk akal: memberi makan rakyat harus jalan, memberantas korupsi juga harus jalan. Keduanya bukan untuk dipertentangkan. Keduanya memang wajib ada dalam satu napas yang sama.
Dan, sebagai warga, tugas kita tidak sekadar terpukau oleh kalimat yang kuat, tetapi memastikan bahwa kalimat itu tidak berhenti sebagai bunyi. Ia harus sampai ke kerja yang betul-betul terasa hasilnya. (*)
*) Bagus Suminar, wakil ketua ICMI Jatim, anggota Tim Litbang Persyada Al Haromain, dosen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: