Studio Semut Liart Pamerkan Karya 9 Seniman Cilik dalam Colours of Dreams
Adinda, seniman cilik yang memamerkan lukisan miliknya dengan tema sugar glider di Colours of Dreams. - Ilmi Bening - Harian Disway
Karakter seni antara seniman satu dengan yang lainnya berbeda. Mayoritas berkaitan dengan keseharian. Karena itulah ada yang menggambar tentang makhluk luar angkasa, bunga, atau boneka.
Meski anak didiknya masih berusia SD hingga SMP, Arief selalu menekankan kepada mereka untuk bangga pada karya mereka sendiri. Maka, mereka tidak perlu menjadi plagiat.
Megan, misalnya. Siswa SMP itu cenderung mengekspresikan dirinya dalam lukisan pemandangan dan benda di sekitarnya. "Dia sudah mempelajari teknik visual seperti perspektif dan pencahayaan,” kata Arief.
BACA JUGA:5 Inspirasi Fashion Kreatif untuk Rayakan Hari Seniman Sedunia 2025

ASTON dan Arief Wong berfoto di depan lukisan-lukisan Aston dalam pameran Colours of Dreams. - Ilmi Bening - Harian Disway
Salah satu lukisan Megan menggambarkan lingkungan pedesaan di negara empat musim. Tampak titik-titik putih yang menunjukkan salju. Agar selaras, dia juga mencampurkan warna putih pada gambar tanah.
Lain Megan, lain pula seniman-seniman lain yang lebih muda. Anak-anak SD cenderung memilih karakter kesukaan mereka sebagai objek lukis.
Misalnya, Kaelyn yang hobi melukis binatang. Atau, Aston yang melahirkan karakter-karakter unik dalam lukisannya.
Corak berbentuk kotak-kotak yang ditambahkan dalam lukisan memberikan kesan ekspresif dalam warna. Sementara itu, lukisan Adinda memuat berbagai objek yang lucu dan manis.
BACA JUGA:15 Film tentang Seniman Legendaris yang Wajib Ditonton di Hari Seniman Internasional!
BACA JUGA:Seniman Beri Masukan Terkait Proses Seleksi Calon Pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya
"Adinda menjadikan boneka kesayangannya sebagai objek lukisan. Sentuhan warna yang diberikan khas anak perempuan,” ucap Arief.
Colours of Dreams merupakan bagian dari Pekan Seni Rupa Jawa Timur 2026. Penyelenggara juga menyebutkan bahwa pameran tersebut juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini pada April ini.
Pada tiap-tiap karya, tidak ada keterangan detail tentang lukisan tersebut. Hal tersebut memang disengaja oleh Arief, agar penonton bebas menafsirkan karya seni tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: