Sinopsis Warung Pocong, Kisah 3 Pemuda Dihantui Teror Demi Rp50 Juta
Sinopsis Warung Pocong, Kisah 3 Pemuda Terjebak Teror Demi 50 Juta-Tiger Pictures-Tiger Pictures
Nama desa ini seolah menjadi pertanda awal, Lali Jiwo dalam bahasa Jawa berarti lupa jiwa. Itu adalah kiasan bagi mereka yang kehilangan jati diri demi urusan duniawi.
Setibanya di desa itu, mereka langsung menuju warung makan yang dimaksud oleh Kusno. Warungnya sederhana, tidak ada yang aneh di sana.
Namun, kejanggalan demi kejanggalan kemudian muncul. Kendati desa terpencil itu sunyi, warung makan tersebut ramai. Setiap hari ada pengunjung yang datang dengan gelagat tidak lazim.
BACA JUGA:Sinopsis Film Horor Riba, Saat Janji Kekayaan Berubah Jadi Malapetaka
BACA JUGA:Sinopsis Film Horor Leak 2 (Jimat Dadong), Saat Jimat Warisan Menghidupkan Kekuatan Leak
Ketegangan hadir saat Kartono, Agus, dan Makmur mulai diteror sosok pocong yang mengerikan. Kehadiran makhluk halus itu lambat laun membuat mereka sadar bahwa gaji fantastis mereka berbau mistis.
Usut punya usut, kKehadiran makhluk gaib tersebut ternyata berkaitan erat dengan rahasia gelap di Desa Lali Jiwo. Warung yang mereka jaga bukan sekadar tempat makan, melainkan media praktik pesugihan.
Rupanya, gaji tinggi itu merupakan imbalan karena mereka secara tidak sengaja telah menyerahkan diri pada perjanjian hitam yang melibatkan nyawa dan ketenangan jiwa.
Perlahan, persahabatan mereka diuji. Di tengah rasa takut, Kartono, Agus, dan Makmur terus berjuang untuk bertahan hidup sekaligus mencari cara keluar dari desa tersebut.
BACA JUGA:Sinopsis Film Horor Kuncen, Azela Putri dan Davina Karamoy Hadapi Petaka di Gunung Merbabu
BACA JUGA:Sinopsis Maju Serem Mundur Horor, Ketika Tugas Akhir Jadi Dobel Menyeramkan
Apakah mereka berhasil melarikan diri? Atau, justru mereka menjadi tumbal permanen Warung Pocong?
Film Warung Pocong bukan sekadar film horor yang menjual jumpscare. Film tersebut menyorot satir sosial tentang bagaimana kemiskinan dan tekanan ekonomi dapat melumpuhkan logika manusia.
Akting Fajar, Dana, dan Randhika memberikan keseimbangan cerita agar tidak terlalu kelam. Ketiganya menjadi penyampai pesan moral yang kuat tentang bahaya mengambil jalan pintas dalam mencari rezeki.
Kemunculan Whani sebagai Kusno juga memberikan dimensi horor yang lebih berkelas, dengan aura misterius yang mampu mengintimidasi penonton tanpa harus banyak bersuara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: