Tirani Stimulasi, Kapitalisme Atensi, dan Matinya Detik Kosong

Tirani Stimulasi, Kapitalisme Atensi, dan Matinya Detik Kosong

ILUSTRASI Tirani Stimulasi, Kapitalisme Atensi, dan Matinya Detik Kosong.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Kita merasa harus selalu online dan produktif, yang berujung pada hilangnya kapasitas vita contemplativa (hidup yang merenung). Tanpa kemampuan merenung, kita kehilangan penilaian moral dan empati tulus.

Kondisi itu diperparah oleh fenomena Together Alone dari Sherry Turkle (MIT). Kita melarikan diri dari jeda canggung dalam percakapan tatap muka menuju kenyamanan layar. Padahal, justru dalam jeda canggung itulah empati tumbuh. 

Keheningan dalam interaksi sosial bukanlah kekosongan yang gagal, melainkan ruang mewah untuk benar-benar ”hadir” bagi orang lain. Membunuh jeda tersebut berarti melatih diri menjadi tumpul secara sosial dan memperlakukan orang lain sebagai fragmen informasi yang bisa digeser atau diabaikan.

Yuval Noah Harari memperingatkan bahwa manusia kini adalah ”hewan yang dapat diretas” (hackable animals). Jika entitas eksternal mampu mengontrol perhatian kita setiap detik, mereka secara otomatis mengontrol proses pengambilan keputusan kita. Kedaulatan kognitif runtuh saat kita tak lagi mampu menguasai perhatian di saat-saat kosong. 

Saat menyerahkan detik-detik kosong kepada mesin hanya agar tidak merasa hampa, kita sebenarnya menyerahkan bagian paling unik dari kemanusiaan: kemampuan untuk menjadi tidak terprediksi. 

Kita pun lantas menjadi robotik. Bergerak dari satu stimulus ke stimulus berikutnya dalam sirkuit tertutup yang didikte oleh kode biner. 

Pada akhirnya, merawat detik yang kosong adalah jalan untuk merebut kembali kedaulatan atas pikiran sendiri. Sebab, hanya dalam keadaan berhenti dan merasa bosan, kita bisa menemukan kembali kemanusiaan yang selama ini hilang dilumat algoritma. (*)

*) Mohamad Nur Khotib adalah jurnalis Harian Disway dan mahasiswa Pascasarjana Media dan Komunikasi Unair.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: