Kemenkeu Resmi Ambil Alih Kereta Cepat Whoosh, Siapkan Skema Penyelesaian Utang

Kemenkeu Resmi Ambil Alih Kereta Cepat Whoosh, Siapkan Skema Penyelesaian Utang

KCIC menghadirkan program promo Ramadan Group Deal dengan tarif khusus tiket Kereta Cepat Whoosh sebesar Rp200.000 per penumpang.--KCIC

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pemerintah bersiap mengambil langkah besar dalam penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Kementerian Keuangan resmi mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai bagian dari skema restrukturisasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pembahasan terkait masa depan proyek tersebut pada dasarnya sudah rampung. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu penyelesaian formalitas.

"Sudah selesai, cuman tinggal formalitasnya. Tapi kan saya belum bisa ngumumin, karena bukan saya sendiri yang terlibat. Itu nanti akan diumumkan. Tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya. Nanti diumumkan pada saatnya," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

BACA JUGA:Utang Kereta Cepat Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun Dibayar dari APBN

BACA JUGA:Puncak Arus Balik Nataru, 7.920 Penumpang Whoosh Bergerak dari Bandung ke Jakarta

Wacana pengambilalihan ini muncul setelah pemerintah bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengevaluasi berbagai opsi penyelamatan proyek Whoosh. Sejumlah skema dibahas, mulai dari perubahan struktur kepemilikan hingga penataan ulang peran BUMN.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyebut proses evaluasi masih berjalan, namun ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," ujarnya.

Dalam skema yang tengah disiapkan, Kementerian Keuangan berpotensi mengambil alih kepemilikan saham KCIC.

BACA JUGA:Purbaya Sebut Skema Pembayaran Utang Whoosh Antara Pemerintah dan Danantara Belum Final

BACA JUGA:Purbaya Ingin Gabung Tim Negosiasi Utang Whoosh ke Tiongkok

Meski demikian, operasional kereta cepat tetap akan dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KCIC sesuai kompetensi masing-masing.

Selain itu, konsorsium BUMN dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) juga akan ditata ulang. Sejumlah perusahaan pelat merah, seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, diproyeksikan kembali fokus pada bisnis inti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: