Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif, Jangan Salah Menilai!
Ini pentingnya orang tua paham beda anak aktif vs hiperaktif agar tumbuh kembang tetap optimal. --Pinterest
HARIAN DISWAY - Banyak orang tua kerap menyamakan anak aktif dengan anak hiperaktif. Sekilas memang terlihat mirip. Mereka sama-sama tidak bisa diam. Penuh energi.
Namun, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kesalahan memahami hal itu bisa berdampak pada pola asuh yang kurang tepat. Bahkan berisiko menghambat tumbuh kembang anak.
Anak aktif umumnya menunjukkan perilaku lincah, penuh semangat, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka senang bergerak, berlari, bertanya, dan mencoba hal-hal baru.
Itu adalah bagian normal dari perkembangan anak. Meski terlihat “tidak ada capeknya”, anak aktif tetap mampu mengendalikan diri.
BACA JUGA:4 Cara Smart Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Seimbang di Sekolah, Hobi, dan Kehidupan
BACA JUGA:Gentle Parenting, 7 Tip Efektif Pola Asuh untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Anak

Jangan salah paham! Anak aktif dan hiperaktif itu beda, lho. Yuk kenali cirinya sebelum salah pola asuh.--Pinterest
Mereka bisa berhenti ketika diingatkan, mendengarkan arahan orang tua, dan tetap fokus saat melakukan aktivitas tertentu. Seperti belajar, menggambar, atau mendengarkan cerita.
Sebaliknya, anak hiperaktif sering berkaitan dengan kondisi medis. Seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder.
Pada kondisi itu, anak menunjukkan perilaku yang jauh lebih ekstrem dibandingkan anak aktif biasa. Mereka sulit duduk tenang, sering bergerak tanpa tujuan jelas, dan cenderung bertindak impulsif. Tanpa memikirkan akibatnya.
Misalnya, menyela pembicaraan, berlari di situasi yang tidak tepat, atau kesulitan menunggu giliran. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada kontrol diri dan konsistensi perilaku.
BACA JUGA:Tip Co-Parenting, Kenali Inner Child Orang Tua untuk Berikan Rasa Nyaman Pada Anak
BACA JUGA:Anak Melakukan Kesalahan? Begini Tips Parenting yang Tepat
Anak aktif masih bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Saat di sekolah, mereka bisa duduk dan mengikuti pelajaran, meski sesekali terlihat gelisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: