Pertamina Lampaui Target Pengurangan Emisi Awal 2026 Dukung Net Zero Emission
Pertamina mencatat penurunan emisi 354.609 ton CO2e hingga Februari 2026 atau melampaui target periode berjalan.-Humas Pertamina-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Pertamina mencatat realisasi penurunan emisi karbon sebesar 354.609 ton CO₂e hingga Februari 2026 atau mencapai 112 persen dari target periode berjalan sebagai upaya mendukung Net Zero Emission, Selasa, 7 April 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan program efisiensi energi di seluruh lini bisnis, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Realisasi dekarbonisasi yang melampaui target ini menjadi bukti bahwa Pertamina terus bergerak menuju energi yang lebih bersih. Namun, keberlanjutan energi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui perilaku hemat dan bijak menggunakan energi,” ujar Baron.
Menurutnya, upaya menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya dilakukan melalui optimalisasi operasional dan inovasi teknologi, tetapi juga melalui edukasi kepada masyarakat agar menggunakan energi secara efisien dan tepat guna.
BACA JUGA:Geopolitik Memanas, Pertamina Percepat Transisi EBT
BACA JUGA:Kembangkan Bioetanol Indonesia, Pertamina NRE Gandeng US Grains & BioProducts Council
Ia menambahkan bahwa perilaku bijak dalam penggunaan energi memiliki dampak besar terhadap stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi.
“Penggunaan energi secara bijak, seperti menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta memanfaatkan energi secara efisien, merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060,” tambahnya.
Secara kinerja, capaian dekarbonisasi Pertamina didorong oleh kontribusi seluruh subholding. Subholding Upstream mencatat performa tertinggi dengan capaian di atas target, diikuti Subholding Downstream dan Gas yang juga menunjukkan hasil positif melalui berbagai program efisiensi operasional.
Sementara itu, subholding lain seperti Pertamina New & Renewable Energy dan Integrated Marine Logistics terus memperkuat implementasi program dekarbonisasi melalui efisiensi energi, elektrifikasi operasional, serta pengembangan energi baru terbarukan.
BACA JUGA:Pertamina Tambah 700 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim, Amankan Libur Paskah
BACA JUGA:Program Desa Energi Berdikari Pertamina Dorong Ketahanan Energi dan Ekonomi Desa
Selain itu, Pertamina juga terus menyempurnakan target Net Zero Emission melalui penguatan kebijakan internal seperti penerapan internal carbon pricing, pengembangan proyek rendah karbon, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis perusahaan.
Untuk tahun 2026, Pertamina menargetkan pengurangan emisi sebesar 1.962.156 ton CO₂e. Berbagai program strategis terus dijalankan, termasuk efisiensi penggunaan fuel gas melalui optimasi pengoperasian gas turbin di sektor hulu serta implementasi biofuel dan pemanfaatan PLTS di sektor hilir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: