Krisis Energi, Sebuah Paradoks
ILUSTRASI Krisis Energi, Sebuah Paradoks.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Jika Indonesia hanya menjadi konsumen teknologi hijau, pemerintah kehilangan momentum strategis. Kita tetap menjadi negara kaya sumber daya, tetapi miskin basis industri.
Negara yang berdaulat energi tidak hanya memiliki sumber, tetapi juga cadangan strategis memadai. Karena itu, pembangunan cadangan energi strategis, termasuk cadangan minyak, gas, dan bahan bakar, menjadi sangat penting.
Tanpa bantalan itu, Indonesia akan terus bersikap reaktif setiap kali terjadi gejolak global.
Kekayaan energi tidak boleh diukur dari besarnya cadangan atau produksi, tetapi dari kemampuan negara mengendalikan pasokan, mengelola harga, dan memastikan akses merata. Kekayaan sejati adalah kedaulatan.
Hilirisasi energi terbarukan harus menjadi agenda nasional agar transisi memperkuat ekonomi, bukan menambah ketergantungan. (*)
*) Bambang Prakoso, dosen JIP FISIP UWKS, pengurus ICMI Jatim, dan ketua GPMB Jatim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: