SPMB Jatim 2026 Ubah Total Seleksi SMA-SMK, Indeks Sekolah Dihapus Diganti TKA

SPMB Jatim 2026 Ubah Total Seleksi SMA-SMK, Indeks Sekolah Dihapus Diganti TKA

Siswa SMPN 1 Surabaya Saat Menjalani Tes TKA Selasa 7 April 2026-Pemkot Surabaya-

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Peta persaingan masuk SMA dan SMK negeri di Jawa Timur dipastikan berubah total pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur resmi menghapus variabel Indeks Sekolah dan menggantinya dengan bobot Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai komponen utama seleksi.

Skema itu disampaikan Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai saat melakukan sosialisasi SPMB di SMKN 2 Surabaya, Kamis. Langkah cepat itu diambil sehari setelah Gubernur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan sistem SPMB baru untuk SMA SMK se-Jatim.

"Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi sedini mungkin karena ada perubahan fundamental," ujar Aries di hadapan 400 peserta dari berbagai cabang dinas dikutip Kamis, 9 April 2026.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono Soroti SPBM SMA/SMK Jatim: Kasihan Pelajar dan Ortu Antre sejak Subuh!

BACA JUGA:Hari Pertama TKA SMP 2026 di Surabaya Lancar, Dispendik Terapkan Pengawasan Silang

Perubahan paling mencolok adalah hilangnya privilese sekolah asal. Jika sebelumnya kualitas sekolah asal (Indeks Sekolah) ikut mendongkrak nilai siswa, kini kemampuan personal siswa diuji melalui TKA.

Tidak tanggung-tanggung, nilai TKA dipatok sebesar 40 persen di hampir semua lini seleksi. Yakni jalur domisili, afirmasi, hingga jalur prestasi nilai akademik.

Khusus untuk jalur prestasi nilai akademik, komposisi penilaiannya kini menjadi nilai rapor 60 persen. Sementara nilai TKA 40 persen. 

Mata pelajaran yang dipelototi pun spesifik, mulai dari Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, hingga Bahasa Inggris.

BACA JUGA:SPMB Jatim 2026 Diluncurkan, Pendaftaran Dimulai 11 Juni

BACA JUGA:SPMB Enam SMA Negeri Taruna Jatim Masuki Tahap II

Catat tanggalnya! Jalur Domisili kini digeser ke barisan paling depan (Tahap 1) pada 11-15 Juni 2026. Strategi ini dilakukan untuk memberikan kepastian lebih awal bagi warga sekitar sekolah.

Pagu yang disediakan pun cukup besar. Untuk jenjang SMA, kuota domisili mencapai 35 persen, sedangkan SMK dijatah 10 persen. Sementara itu, bagi pemburu prestasi, kuota SMA dipatok 25 persen dan SMK mendapatkan porsi jumbo sebesar 65 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: