Road to Seriale di Wisma Jerman Surabaya Jadi Ruang Diskusi, Refleksi, dan Kolaborasi
Direktur Wisma Jerman Surabaya, Mike Neuber berfoto bersama dengan para kreator serial di Wisma Jerman pada Kegiatan Road to Seriale, Minggu, 12 April 2026 -Fia-Wisma Jerman
"Ini adalah kesempatan untuk menghadirkan kisah-kisah luar biasa kepada audiens baru," ujar Mathias kepada Harian Disway.
Melalui acara seperti itu, Goethe Institut juga turut memperkuat jaringan lokal, dan menghubungkan suara-suara baru dengan lanskap serial internasional yang lebih luas.
Di atas semuanya itu, menurut Mathias, pemutaran film berbahasa Jerman akan membuat lebih banyak publik familiar dengan Bahasa Jerman. Khususnya, anak-anak.
BACA JUGA:Open House Wisma Jerman Surabaya 2025 Ramai Pengunjung dengan Beragam Kegiatan Seru
BACA JUGA:Wisma Jerman Gelar Pameran Lukisan La Wet oleh Daniel Kho, Serukan Pentingnya Keseimbangan Alam
"Sebagian besar membuat talkshow atau program TV. Ini menunjukkan bahwa di kalangan akademisi pun belum banyak yang memulai tata cara atau bertutur melalui serial," terang Koordinator Program Budaya Goethe Institut Bandung Lukman Hakim.
Pernyataan tersebut berdasarkan riset kecil yang dilakukan oleh Goethe Institut Bandung bersama Bandung Film Commission dan Bahasinema. Fokus riset tersebut adalah perkembangan produksi serial di Indonesia.
Khususnya di Bandung, menunjukkan bahwa dari tujuh universitas yang memiliki program studi film dan televisi, tidak banyak yang membuat serial atau sinetron.
Harapan Goethe Institut Bandung dari penyelenggaraan festival serial ini terkait pertukaran budaya dan apresiasi terhadap pembuat serial independen adalah mengenalkan serial Indonesia ke Jerman.
BACA JUGA:Gado-Gado Bahasa di Wisma Jerman, Ajang Multilingual Menyatukan Beragam Kultur
BACA JUGA:Beragam Program Budaya dari Wisma Jerman untuk Memperkenalkan Budaya dan Bahasa Jerman
Itu menjadi upaya pertukaran budaya dua arah. "Karena yang ditampilkan bukan web series Jerman, tetapi juga web series Indonesia," kata Dhahana Adi Pungkas, cultural program assistant Wisma Jerman.
Menurut lelaki yang akrab dipanggil Ipung itu, ada beberapa series yang memenuhi kaidah untuk layak diproduksi. (*)
*) Peserta Magang Kemnaker RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: