Bappenas Dorong Ekonomi Jatim Tumbuh Minimal 6 Persen di 2027

Bappenas Dorong Ekonomi Jatim Tumbuh Minimal 6 Persen di 2027

Kepala Bappenas Rachmad Pambudy (tengah) Bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Hotel Shangri-La Surabaya Selasa 14 April 2026-Edi Susilo Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy meminta agar Pemprov Jatim mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi diatas 6 persen pada 2027 nanti. 

 

Itu disampaikan Rachmat saat menghadiri acara Musrenbang Daerah RKPD Pemprov Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya. ”Kami dorong agar Jatim bisa diatas 6 persen pertumbuhannya di tahun depan,” jelasnya, Selasa, 14 April 2026

 

Harapan itu bukan tanpa alasan. Dari segi data tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Jatim secara akumulatif melebihi capaian nasional. Jatim kata, Rachmat juga dinilai sebagai provinsi yang mampu menjaga ketahanan pangan di tengah situasi geopolitik yang memanas. 

 

Dari segi kebijakan, pemerintah pusat, kata Rachmat telah menempatkan sejumlah proyek strategi nasional (PSN) di wilayah Jatim. Di antaranya proyek SPAM Umbulan, pengembangan biofuel dan metanol, dan dua kawasan ekonomi khusus (KEK) Gresik dan Singhasari di Malang. 

 

BACA JUGA:Kadin Jatim Siap Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim 8 Persen

 

BACA JUGA:Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Pada Triwulan 1 2026 Mencapai 6 Persen

 

Meski optimis dengan pertumbuhan ekonomi ke depan, Rachmat dalam forum itu juga menyelipkan beberapa tantangan yang harus diselesaikan Pemprov Jatim. Di antaranya pertumbuhan ekonomi yang stabil, ketidakmerataan ekonomi daerah, dan perlunya peningkatan SDM unggul.

 

Secara nasional, Bappenas telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan. Rachmat menyebut, target pertumbuhan di 2027 mencapai 6,3-7,5 persen. 

 

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, pelayanan dasar tetap akan menjadi prioritas provinsi tahun depan. Terutama di sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan. 

 

Tahun depan, Pemprov Jatim akan memiliki lima rumah sakit daerah di berbagai daerah. Tujuannya tak lain untuk aksesbilitas dalam pelayanan masyarakat secara menyeluruh. 

 

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga akan berkomitmen dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas. Dengan perputaran ekonomi yang menjangkau secara menyeluruh baik ke wilayah desa hingga pada masyarakat kategori rentan. ”Semua akan didorong untuk mendapat bagian dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” jelasnya. (*)



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: