Kompetisi Eksplorasi Berbasis Teh dalam Dilmah Mixology Playoff 2026, Hadirkan Mixologist Kelas Dunia

Kompetisi Eksplorasi Berbasis Teh dalam Dilmah Mixology Playoff 2026, Hadirkan Mixologist Kelas Dunia

Dilmah Mixology Playoff 2026, kompetisi meracik minuman berbasis teh. Masing-masing peserta hanya diberi waktu 10 menit untuk proses pembuatan dan penyajian.-Guruh D.N.-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Mixology, seni dan ilmu mencampur minuman secara kreatif dan inovatif. Banyak yang menganggap dunia Mixology selalu berhubungan dengan minuman beralkohol. Padahal tidak.

Bahkan teh pun dapat diracik dengan kreativitas dan inovasi tertentu. Itulah yang dapat dilihat dalam Dilmah Mixology Playoff 2026.

Itu merupakan ajang kompetitif. Mempertandingkan para mixologist. Pesertanya dari berbagai latar belakang. Baik dari pelaku industri, profesional, maupun talenta-talenta baru.

Ajang itu berlangsung di Aloft Hotel, Pakuwon City Mall 2 Surabaya. Berlangsung dua hari, 15-16 April 2026. 

BACA JUGA:Sasana Bhagavadgita Menarik karena Gamelan, Pajangan Wayang, dan Teh Gendhis

BACA JUGA:Dari Milk Tea hingga Green Tea, Pilihan Teh Ungkap Gaya Hidup Anda


Dua juri Dilmah Mixology Playoff 2026, Jay Gray dan Agung Prabowo bersama Eliawati Erly dalam jumpa pers Dilmah Mixology Playoff 2026 di Aloft Hotel, 15 April 2026.-Guruh D.N.-Harian Disway

"Ada 37 peserta dari berbagai daerah yang hadir. Mereka akan menunjukkan interpretasi masing-masing dalam dunia mixology berbasis teh," ujar Eliawati Erly, penyelenggara sekaligus Vice President PT David Roy Indonesia.

Kompetisi mixology berbasis teh. "Tentang bagaimana inovasi para peserta terkait teh. Bar saya di Hong Kong, misalnya. Di sana, kami mengombinasikan teh dengan berbagai elemen lainnya," ujar Agung Prabowo, juri kompetisi tersebut. Ia juga founder Penicilin Bar & Lockdown Bar di Hong Kong.

Selain Agung, kompetisi tersebut juga mendatangkan pakar mixologist global sebagai juri. Yakni Jay Gray. "Berbicara soal teh, selalu muncul banyak varian tiap tahun. Rasa semakin beragam dan berkembang," ujarnya. 

"Tapi soal kompetisi mixology berbasis teh, peserta tidak sekadar membuat minuman. Tapi apakah inovasinya itu layak disajikan atau tidak," tambahnya.

BACA JUGA:Mahasiswa Ubaya Ubah Kantong Teh Jadi Produk Home Decor Inovatif

BACA JUGA:Harian Disway di China International Press Communication Center (CIPCC) (87): Tetap Olah Teh Secara Tradisional

Secara keseluruhan, faktor penilaian terletak pada konsep masing-masing peserta. "Bagaimana cara mereka melakukan percampuran, kreativitas, kemudian faktor aroma dan rasa. Karena basisnya teh, rasa teh di dalamnya tidak boleh hilang," terang mixologist asal Inggris itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: