Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (18): Kampung Logam Ngingas Beradaptasi dengan Sistem Digital
Aktivitas produksi usaha logam di Kampung Logam Ngingas, Waru, Sidoarjo.-Raden Khansa Pandya Amorta-Harian Disway
Mulai dari boks lampu hingga berbagai komponen logam lainnya. Semuanya itu tetap dikerjakan dengan presisi yang sama.
Transformasi paling signifikan dalam operasional usahanya terjadi pada tahun 2013. Saat itu, ia memutuskan untuk beralih dari metode kerja manual ke sistem komputerisasi.
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (12): Kampung Topi Punggul Butuh SDM Paham Digital

Sistem sub-kontrak terjalin kuat di kalangan perajin di Kampung Logam Ngingas. Itulah salah satu kunci keberhasilan usaha mereka.-Raden Khansa Pandya Amorta-Harian Disway
Agus menjelaskan bahwa sebelum tahun 2013, meski workshop-nya sudah menggunakan mesin seperti mesin press, kendali penuh masih berada di tangan manusia secara fisik.
Kelemahan sistem itu terletak pada ketergantungan kondisi fisik operator. Yang tidak selamanya selalu stabil.
Sejak memutuskan beralih ke sistem komputerisasi, kini proses produksi dimulai dari meja gambar digital. Ia cukup menggambar desain produk di komputer. Kemudian mengaplikasikannya ke mesin yang sudah terintegrasi.
“Kami gambar, aplikasikan ke mesin, dan mesin itu sudah jalan sendiri,” ujarnya. Modernisasi itu membawa level presisi dan efektivitas yang lebih tinggi. Menariknya, dari teknologi komputer tersebut ada sebuah teknologi bernama cycle time.
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (11): Kampung Topi Punggul Kekurangan Tenaga Penjahit
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (10): Kampung Topi Punggul, UMKM Jadi Pilar Ekonomi Desa
Atau siklus waktu produksi yang sangat terukur. Ia menekankan bahwa dengan mesin otomatis, alokasi waktu terselesaikannya sebuah pesanan dapat diprediksi. Dengan keterbukaan terhadap digitalisasi, pekerjaan menjadi lebih efisien.
Karena mesin menawarkan kestabilan produksi yang konsisten dari jam ke jam. Tanpa terpengaruh rasa lelah layaknya manusia.
Usaha milik Agus tersebut hanyalah satu potret kecil dari ekosistem raksasa di Kampung Ngingas.
Berdasarkan penelusuran dari obrolan singkat dengan warga setempat dan dari data desa, wilayah tersebut terkenal sejak lama. Sebagai kawasan industri rumahan yang berfokus pada kerajinan logam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway