Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (18): Kampung Logam Ngingas Beradaptasi dengan Sistem Digital
Aktivitas produksi usaha logam di Kampung Logam Ngingas, Waru, Sidoarjo.-Raden Khansa Pandya Amorta-Harian Disway
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (9): Kampung Tas Tanggulangin Sepi di Etalase, Ramai di Produksi
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (8): Kampung Tas Tanggulangin, Perajin Tak Cukup Andalkan Jahitan
Keberadaan Ngingas sebagai sentra logam bukan fenomena instan. Tradisi pandai besi di wilayah itu sudah mengakar kuat.
Kekuatan utama Kampung Logam Ngingas terletak pada sistem sub-kontrak antar tetangga. Sistem itu sangat solid.
Jika sebuah bengkel mendapatkan pesanan ribuan keping komponen, pesanan tersebut akan dibagikan ke bengkel tetangga berdasarkan spesialisasi masing-masing. Mulai dari pemotongan plat hingga finishing.
Integrasi itulah yang membuat Ngingas mampu memproduksi barang dalam skala industri. Meskipun dikerjakan secara komunal di balik pagar rumah warga.

Proses pemotongan plat baja di salah satu rumah produksi di Kampung Logam Ngingas, Sidoarjo.-Raden Khansa Pandya Amorta-Harian Disway
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (7): Kampung Tas Tanggulangin, Eksis Meski Terhimpit
BACA JUGA:Kampung-Kampung Ikonik Sidoarjo (6): Kampung Tas Tanggulangin, INTAKO jadi Satu-satunya Tumpuan
Dengan jangkauan pengiriman yang sudah merambah hingga ke luar pulau, Ngingas kini berdiri sebagai simbol kemandirian ekonomi.
Inovasi teknologi seperti dilakukan Agus menunjukkan bahwa kampung itu telah beradaptasi dengan era digital. Modernisasi terbukti memperpanjang napas industri rumahan agar mampu bersaing.
Harian Disway melihat langsung bagaimana barang-barang logam diolah. Lalu siap dikirim. Hal tersebut menjadi bukti nyata tentang eksistensi industri logam rumahan di kampung itu. (*)
*Geliat Kampung Sangkal Putung Sumput, baca besok...
*) peserta maganghub Kemnaker RI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway