Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat
Harga BBM subsidi dipastikan tetap hingga akhir 2026 sebagai langkah pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.--youtube
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.
Kebijakan itu dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian harga energi global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan di Istana Negara pada Kamis, 16 April 2026.
Menurut Bahlil, penetapan harga BBM subsidi diharapkan memberi kepastian bagi masyarakat sekaligus pelaku usaha dalam merencanakan aktivitas ekonomi.
Di tengah fluktuasi harga energi dunia, kebijakan ini juga menjadi upaya pemerintah menjaga daya beli, khususnya bagi kelompok rentan.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman dan berada di atas batas minimum.
"Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ujar Bahlil.
BACA JUGA:Banggar DPR Tegaskan APBN 2026 Kuat, Tak Perlu Naikkan Harga BBM Seperti Usulan JK
BACA JUGA:BBM Subsidi Aman Sampai Akhir Tahun, Purbaya Siapkan “Tameng” Hadapi Lonjakan Harga Minyak
Selain itu, kondisi fiskal turut mendukung kebijakan tersebut. Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini masih berada di bawah asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga dinilai memberi ruang bagi pemerintah untuk menjaga subsidi energi.
Bahlil menjelaskan bahwa stabilitas harga ICP menjadi faktor penting dalam menjaga kebijakan ini tetap berjalan.
"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman dalam IBBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dolar. Jadi kita itu baru split 7 dolar," jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga. Meski demikian, Indonesia masih menghadapi tantangan ketergantungan impor.
Mengingat konsumsi BBM mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik berada di kisaran 600 hingga 610 ribu barel per hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: disway.id