Peranan Perempuan dalam Kampung Pancasila: Antara Tantangan dan Harapan

Peranan Perempuan dalam Kampung Pancasila: Antara Tantangan dan Harapan

Prosesi potong tumpeng oleh Eri Cahyadi pada peresmian Kampung Pancasila di Kelurahan Krembangan, Kamis, 16 April 2026-Calista Salsabila Azhari-Harian Disway

Dalam situasi seperti itu, perempuan justru berada di garis depan—sekaligus dalam posisi yang tidak mudah.

Perempuan menghadapi apa yang sering disebut sebagai double burden atau beban ganda. Di satu sisi, mereka dituntut aktif dalam ruang publik. Terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

BACA JUGA:Nonton Bareng Film Na Willa Bersama Teman Tuli dan Teman Dengar Surabaya: Gayeng saat Lagu Sikilku Iso Muni

BACA JUGA:Ulasan Film Na Willa: Memotret Isu Diskriminasi, Pernikahan Dini, dan Parenting dari Kacamata Anak

Seperti RT, RW, hingga berbagai program pemberdayaan. Namun di sisi lain, tanggung jawab domestik tetap melekat kuat.

Mengurus rumah tangga, mendidik anak, hingga menjaga keharmonisan keluarga. Itu semua masih dianggap sebagai “kodrat” yang tidak bisa ditinggalkan.

Lebih dari itu, terdapat pula invisible burden atau beban tak kasatmata. Itu persoalan yang kerap luput dari perhatian.

Beban tersebut berupa tanggung jawab mental dan emosional: merencanakan kebutuhan keluarga, mengingat berbagai hal kecil namun penting, hingga memastikan semuanya berjalan dengan baik.

BACA JUGA:8 Pemain Film Na Willa, Luisa Adreena Pimpin Geng Krembangan

BACA JUGA:Sinopsis Film Na Willa, Melihat Dunia dari Mata Gadis Mungil di Era 1960-an

Beban itu tidak terlihat. Tetapi menguras energi dan pikiran. Perempuan menjalani semua itu dengan kesabaran. Bahkan sering kali tanpa pengakuan yang setara.

Dalam konteks Kampung Pancasila, peran perempuan menjadi semakin kompleks sekaligus strategis. Mereka tidak hanya hadir sebagai pelengkap.

Melainkan sebagai penggerak utama dalam berbagai aspek kehidupan kampung. Mulai dari lingkungan, sosial, ekonomi, hingga budaya.

Perempuan menjadi jembatan antara keluarga dan masyarakat. Antara nilai-nilai domestik dan kepentingan publik.

BACA JUGA:Mbangunrejo Art Festival 2025, Berbagai Pentas Seni Tampilkan Wajah Baru Kampung Bangunrejo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: