Aksi Robot Operasi Lutut dan Balon Lambung Curi Perhatian dalam Launching Medical Tourism
Stan rumah sakit dalam launching medical tourism di Halaman Balai Kota Surabaya. - Chalid Syamy - Harian Disway
"Bahkan, kami pernah menangani pasien India yang unik. Keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaan. Kadang suaminya tidak bisa terus-menerus mengantar karena dia juga bekerja. Padahal, program ini kan harus intens," tambah Tatik.
Si istri hanya bisa menggunakan Bahasa India. Jadi, tim medis harus menunggu suaminya pulang kerja untuk berkonsultasi karena terkendala bahasa.
Kendati demikian, program bayi tabung untuk pasangan India itu bisa diwujudkan oleh tim medis RS Husada Utama. Bukan proses yang mudah, tapi semua diupayakan maksimal.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Ketua Yayasan Sosial Abdihusada Utama Soeharsa Muliabrata: Ge Gu Ding Xin
BACA JUGA:Siloam Hospitals Surabaya Luncurkan CUVIS, Bedah Lutut Robotik Pertama di Indonesia
Keberhasilan itu, menurut Tatik, menunjukkan bahwa bayi tabung juga dapat diterapkan pada pasangan yang punya kesibukan masing-masing, tetapi ingin memiliki anak.
"Namun, saat ini, berdasarkan pengamatan kami, jumlah pasangan yang berminat pada bayi tabung sudah bergeser. Generasi Z juga sudah banyak yang memanfaatkan bayi tabung," ujarnya.
Menurutnya, dulu pasien yang berminat pada bayi tabung paling banyak ditemukan pada pasangan yang berusia 30 tahun. Sebab, sebenarnya semakin muda usia pasangan suami istri, biaya bayi tabung juga bertambah murah.
Program lainnya adalah balon lambung untuk menurunkan berat badan tanpa operasi bedah lambung. Pasien tinggal meminum kapsul vegan (terbuat dari bahan sayuran) yang tersambung dengan selang tipis.
BACA JUGA:Peringati Hari Dokter Nasional 2023, Grup RS Siloam Serentak Bikin Acara Ini...
BACA JUGA:MRCAC Siloam Surabaya Jadi Ikon Baru Layanan Kesehatan Premium di Indonesia Timur
Setelah dipastikan melalui X-ray dan posisi kapsul ternyata sudah di lambung, balon diisi cairan melalui selang hingga mengembang.
Selang dilepas apabila balon terisi penuh. Lalu, balon dibiarkan selama 16 minggu. Balon memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga porsi makan pasien otomatis berkurang.
"Di RS Husada Utama Surabaya, pasien mendapatkan timbangan pintar yang terhubung langsung ke aplikasi dan sistem rumah sakit," ungkap Tatik.
Dokter dan ahli gizi dapat memantau perkembangan berat badan lewat serta kepatuhan diet pasien setiap hari. Jika program penurunan berat badan sudah selesai, balon akan meluruh secara alami setelah 16 minggu. Terakhir, kapsul yang sudah kempes, akan ikut terbuang melalui feses.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: