Setiap Hari, Kemenhaj Terima 20 Laporan Penipuan Haji, Oknum ASN Juga Terlibat
Langkah Kolaborasi ditempuh Dirjen Pengendalian Penyelenggaraaan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, bersama Tim Gabungan Penanganan Haji Nonprosedural di Mabes Polri, 20 April 2026.-Kemenhaj-
HARIAN DISWAY - Bayangkan betapa sibuknya meja aduan di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Saban hari, ada 15 sampai 20 laporan penipuan Haji dan Umrah yang masuk. Itulah data yang masuk per April 2026.
Puluhan orang setiap hari melapor karena kehilangan uang sekaligus harapan untuk berangkat ke Baitullah.
Direktur Jenderal Pengendalian Kemenhaj, Harun Al Rasyid, sampai harus turun tangan ke Mabes Polri, Senin, 20 April 2026 lalu. Ia mengakui penanganan ini butuh kecepatan agar ada efek jera yang nyata bagi para pelaku.
"Kami tidak bisa sendiri di dalam hal ini, makanya dukungan penuh dari kawan-kawan di kepolisian,” kata Harun dalam konferensi pers.
Namun, laporan itu sebenarnya hanyalah puncak gunung es. Di balik statistik itu, ada lebih banyak duka yang belum terkuak atau dilaporkan.
BACA JUGA:Khofifah Lepas 380 Jamaah Haji Kloter Pertama asal Probolinggo dari Surabaya
BACA JUGA:Tantangan Haji di Tengah Perang: Harga Avtur Naik, Rute Terancam Berubah
Harian Disway mengulik salah satu kisah korban lewat pengacara Hanfi Fajri, Rabu, 22 April 2026. Ia sedang pasang badan untuk seorang pemilik biro travel umrah asal Lampung.
Korban berinisial F itu apes. Ia dipatuk oleh orang yang seharusnya menjadi pengayom haji: oknum PNS Kanwil Kemenag DKI Jakarta berinisial M.
Modusnya licin sekali, yakni dagang kuota haji ilegal dengan dalih porsi batal atau pelimpahan. M menjanjikan percepatan porsi haji reguler bisa keluar hanya dalam hitungan tiga sampai tujuh hari. Korban pun luluh.
Siapa yang tidak percaya jika yang menawarkan adalah orang dalam berbaju dinas resmi? M bahkan dengan berani mengajak korban berfoto di dalam kantor Kanwil Kemenag DKI. Itu cara jitu untuk mematikan rasa curiga.
Lalu uang pun mengalir deras. Dari Rp 90 juta, bertambah lagi Rp 150 juta, hingga total kerugian korban menembus Rp 360 juta. Semuanya dikirim ke rekening pribadi M di BRI.
Hasilnya? Gelap.
BACA JUGA:Akses ke Makkah Mulai Diperketat, Jamaah Diimbau Selalu Pakai Gelang Haji
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: