UNUSA Kampus NU yang Inklusif

UNUSA Kampus NU yang Inklusif

SALAH seorang di antara para wisudawan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ternyata adalah umat Katolik. Seorang biarawati.-Budi Santoso untuk Harian Disway-

Ia mengaku banyak belajar tentang arti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, serta bagaimana hidup berdampingan dalam keberagaman dengan saling menghormati satu sama lain. Itu adalah fondasi yang sangat kuat dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Pengalaman itu menjadi salah satu pelajaran paling berharga yang akan ia bawa dalam hidupnya. 

PRESTASI WISUDAWAN

Di antara para wisudawan yang dikukuhkan, ada beberapa nama yang disebut karena prestasi yang berhasil mereka raih. Para wisudawan pada kesempatan wisuda itu diumumkan keberhasilan mereka menorehkan berbagai prestasi membanggakan, baik di tingkat internasional maupun nasional. 

Di antaranya, prestasi internasional diperoleh wisudawan dari program studi S-1 keperawatan atas nama Fitria Novianti, sebagai juara III ASEAN Business Plan Competition 3.0 tahun 2025. 

Sementara itu, prestasi nasional diperoleh wisudawan dari program studi magister terapan keperawatan atas nama Yayuk Ernawati, sebagai Peserta Terbaik pada Pelatihan PPI Lanjut, IPCN Lanjut, dan CSSD Dasar. 

Kemudian, dari program studi S-1 akuntansi atas nama Mufidatul Hasanah, berhasil meraih prestasi lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Tahun 2025. 

Sedangkan dari program studi S-1 PGSD atas nama Frysca Virnanda Retikasari, lolos pendanaan PKM-RSH Tahun 2023 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. 

Selain prestasi internasional dan nasional, ada wisudawan sudah diterima bekerja dan mengabdikan dirinya baik di Indonesia maupun di luar negeri, yaitu lulusan S-1 kebidanan (Maulidya) yang telah bekerja di Arab Saudi. 

Meski kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, tetapi dengan bekal yang dimiliki, para wisudawan memiliki peluang yang besar untuk dapat terserap dalam pasar kerja atau menjadi pelaku usaha yang mandiri dan sukses.

NASIHAT REKTOR

Dalam sambutan yang disampaikan, rektor UNUSA telah menegaskan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan hari itu adalah mandat moral untuk menjadi insan yang rahmatan lil ’alamin

”Kalian telah kami bekali dengan nilai-nilai mulia, baik akademis maupun spiritual. Dengan segala doa dari kami dan orang tua kalian, yakinlah bahwa Anda telah siap menghadapi dunia kerja.” Demikian pesan rektor UNUSA. 

Secara objektif, rektor UNUSA mengakui bahwa dunia di luar gerbang kampus ini tidak selalu ramah. Para wisudawan akan memasuki era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), yakni dunia yang penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Ada tiga tantangan besar yang menanti para wisudawan.

Pertama, disrupsi teknologi. Pekerjaan yang ada hari ini mungkin akan hilang atau berubah drastis dalam lima tahun ke depan karena kecerdasan buatan (artificial intelligence). 

Para wisudawan diharapkan tidak hanya terpaku pada apa yang dipelajari di kelas. Jadilah pembelajar yang lincah (agile learner). Diingatkan oleh rektor, jika para lulusan berhenti belajar hari ini, mereka akan tertinggal besok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: