Pemerintah Digitalisasi MBG, Pantau Kualitas Makanan Sampai Rantai Pasok Secara Real Time
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, saat kunjungan kerja MBG di Soreang, Jawa Barat--Harian Disway
“Teknologi harus mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Badan Gizi Nasional melarang SPPG membagikan MBG secara bundling selama bulan suci Ramadan-Disway.id/Hasyim Ashari-
Pemerintah juga memberi perhatian pada keberlanjutan program, mulai dari pengendalian kualitas, optimalisasi rantai pasok, hingga pengelolaan limbah produksi agar tidak menimbulkan pemborosan.
Dalam konteks yang lebih luas, MBG diposisikan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Pemerintah mendorong keterlibatan aktif petani dan peternak sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan.
BACA JUGA:Pemerintah Prioritaskan MBG untuk Daerah 3T dan Stunting Tinggi saat Libur
BACA JUGA:Viral 'Susu Sekolah' Beredar di Minimarket, BGN: Tak Ada Monopoli di Program MBG
Evaluasi program pun akan terus dilakukan secara berkala berbasis data lapangan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar program tetap adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Praktik yang terbukti efektif akan kami perluas, sementara yang masih perlu diperbaiki akan terus kami benahi,” pungkasnya. (*)
BACA JUGA:1.256 Dapur MBG Disetop! BGN Tegas Tindak SPPG Tak Penuhi Standar
BACA JUGA:Pulung Agustanto Sebut Penyesuaian MBG Penting untuk Jaga Keberlanjutan Program
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: