Pemkot Surabaya Segera Buka Pendaftaran Penghuni Rusunami Ngagel secara Online

Pemkot Surabaya Segera Buka Pendaftaran Penghuni Rusunami Ngagel secara Online

Site Plan Lokasi Rusunami Pemkot di Kawasan Ngagel -DPRKPP Surabaya -

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pemkot Surabaya tengah mematangkan persiapan pembangunan Rumah Susun Milik (Rusunami) pertama di Kelurahan Ngagel, Kota Surabaya.

Proyek hunian vertikal tersebut diproyeksikan menjadi solusi hunian terjangkau bagi warga kota. Khususnya generasi milenial dan Gen Z yang belum memiliki rumah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Kristian mengungkapkan bahwa pendaftaran bagi masyarakat yang berminat akan segera dibuka dalam waktu dekat melalui sistem daring (online).

"Jadi nanti kita mau buka pendaftaran online melalui sistem di Bappeko atau dinas terkait. Nanti setelah mendaftar, pemohon akan mendapatkan nomor registrasi atau nomor urut pemesanan," ujar Iman Kristian kepada Harian Disway, Minggu 26 April 2026.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Tambah 3 Lokasi Rusunami, Target Mulai Dibangun 2027

BACA JUGA:Pemkot Jajaki Investor Untuk Bangun Rusunami dan Rusunawa Non-Subsidi

Iman menjelaskan, pemilihan kawasan Ngagel sebagai lokasi perdana didasarkan pada ketersediaan lahan milik Pemkot yang strategis dan berada di pusat kota. Pemkot berencana menyediakan tiga tipe unit hunian, yakni tipe 18, 24, dan 36. 

Untuk harga, Iman memastikan angkanya berada di bawah batas rumah menengah. "Harga terendah untuk tipe 18 kita coba di angka Rp185 juta. Pokoknya kelipatan sekitar Rp6 juta per meter persegi. Kami batasi paling tinggi tidak boleh lebih dari Rp450 juta sesuai aturan hunian sederhana," jelasnya.


Pemkot Surabaya menyiapkan tiga lokasi rusunami di Tambakwedi, Rungkut, dan Ngagel untuk hunian terjangkau mulai 2027.--

Rusunami ini, kata Iman, mengusung konsep sewa lahan jangka panjang selama 30 hingga 60 tahun yang dapat diwariskan. Karena lahan merupakan milik Pemkot, warga hanya dikenakan biaya sewa lahan yang sangat terjangkau karena dibagi rata dengan seluruh penghuni.

"Sewa lahannya itu Rp 90.000 per meter persegi per tahun. Tapi karena ini hunian vertikal, biaya itu dibagi habis ke ribuan unit. Satu unit mungkin hanya terbebani sekitar Rp 9.000 per tahun untuk sewa lahan," tambah Iman.

BACA JUGA:Cicilan Rusunami Mencekik, Pansus Rumah Hunian Layak Tolak Syarat Gaji Rp8-10 Juta

BACA JUGA:59 Perumahan di Surabaya Belum Serahkan Fasum dan Fasos, Pemkot Siapkan Sanksi Blacklist


Ilustrasi Rusunawa Gunung Anyar yang Dibangun Pemkot Surabaya -Pemkot Surabaya-

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: