Kecelakaan KA Bekasi Timur Ingatkan Tragedi Bintaro 1987: Sama-Sama Hari Senin

Kecelakaan KA Bekasi Timur Ingatkan Tragedi Bintaro 1987: Sama-Sama Hari Senin

ILUSTRASI Kecelakaan KA Bekasi Timur.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

BACA JUGA:Fakta dan Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Terlibat Kecelakaan Tragis di Bekasi

Jawaban itu rancu. Tidak terdengar tegas. Seharusnya Djamhari tegas menolak dengan berkata ”tidak, tunggu.” 

Pukul 06.50, setelah komunikasi ditutup, Umriyadi justru memberangkatkan KA 220. Ia berasumsi bahwa persilangan KA 225 tetap dilakukan di Sudimara.

Begitu tahu KA 220 sudah berangkat dari Kebayoran, Djamhari panik. Ia tahu itu salah. Tergopoh-gopoh ia memerintahkan lansiran KA 225 dari jalur 3 ke jalur 1. 

Petugas harian stasiun mengambil bendera merah dan selompret untuk memberikan aba-aba lansiran tersebut. Namun, masinis Slamet tidak dapat melihat sinyal semboyan karena pandangannya terhalang penumpang yang berjubel di lokomotif. 

BACA JUGA:Prabowo Subianto Temui Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

BACA JUGA:13 KA Jarak Jauh Dibatalkan Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Penumpang Dapat Refund Penuh

Pukul 06.52 KA 225 mulai melaju, tanpa perintah selompret. Itu sangat bahaya….

Petugas berusaha menghentikannya dengan selompret dan aba-aba tangan, tetapi sia-sia. Kondektur Adung Syafei yang sedang berada di luar mengejar KA, lalu meloncat masuk KA. Tapi, ia tidak memerintahkan kereta berhenti. Ia tidak tahu KA berangkat tanpa perintah selompret. Ia malah lanjut menagih karcis penumpang.

Akibatnya yang terjadi demikian:

Pukul 06.52 sampai 07.05 dua KA (225 dan 220) melaju dari dua arah berlawanan pada satu rel yang sama. KA 225 dari arah Kebayoran Lama. KA 220 dari arah Sudimara.

Kecepatan masing-masing dua KA tersebut antara 30 sampai 60 kilometer per jam. Kecepatan tertinggi pada sekitar delapan menit setelah meninggalkan stasiun.

Di kawasan Pondok Betung, rel berbentuk zig-zag seperti huruf S. Di situlah dua KA itu bakal bertemu.

Pihak PJKA (nama PT KAI waktu itu) mengalkulasi benturan antara dua KA demikian:

Momentum KA 220 (massa 287.800 kg × kecepatan 25 km/jam) menghasilkan momentum 1.998 ton meter/detik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: