Mengatasi Kucing yang Susah Makan dan Rontok Bulu Saat Pancaroba

Mengatasi Kucing yang Susah Makan dan Rontok Bulu Saat Pancaroba

Musim hujan rawan kucing sakit batuk dan flu--Freepik

HARIAN DISWAY - Pancaroba sering kali membawa dampak buruk bagi kesehatan hewan peliharaan. Khususnya kucing. Perubahan suhu yang tidak menentu membuat sistem kekebalan tubuh hewan menurun drastis.

Penurunan daya tahan tubuh itu biasanya ditandai dengan perubahan perilaku yang cukup drastis pada kucing.

Seperti penurunan nafsu makan yang signifikan. Juga kerontokan bulu yang terjadi secara berlebihan. 

Kondisi itu mengharuskan pemilik hewan untuk lebih peka. Penanganan yang tepat dapat mencegah malnutrisi pada kucing.

BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia

BACA JUGA:Hujan Deras dan Petir Bikin Kucing Stres? Begini Cara Menenangkannya


KUCING DI BALIK JENDELA menatap hujan. Mereka sangat sentitif pada lingkungan dan bisa stres karena hujan deras atau petir.-Matt A-Pexels

Penurunan selera makan pada kucing saat pancaroba kerap terjadi. Itu karena tubuh mereka bekerja lebih keras. Beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan. 

Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan berat badan yang drastis. Lalu melemahkan fungsi organ vital. 

Selain itu, adanya kelembapan udara yang tinggi pada masa pancaroba. Itu memicu berbagai masalah pada kulit dan folikel rambut. Sehingga bulu menjadi mudah patah dan rontok.

Hal itu sering kali membuat bulu kucing berserakan di berbagai sudut ruang. Pemilik pun harus telaten membersihkannya.

BACA JUGA:5 Manfaat Tidur Bersama Kucing, Bikin Lebih Nyaman dan Tenang

BACA JUGA:Musim Hujan, Kucing Peliharaan Rentan Terserang Flu, Cat Pawrents Wajib Kenali Cara Mengatasi Flu dan Batuk

Terdapat kiat khusus untuk mengembalikan nafsu makan kucing. Langkah pertama, mengubah variasi penyajian makanan.

Pemilik dapat memberikan makanan basah yang memiliki aroma lebih tajam. Atau menghangatkan makanan tersebut selama beberapa detik. Tujuannya untuk memancing indra penciuman kucing. 

Kucing merupakan hewan karnivora sejati. Ia sangat bergantung pada aroma makanan untuk memicu selera makan.

Berikan suplemen vitamin khusus. Seperti minyak ikan atau taurin. Campurkan ke dalam makanan. Itu sangat membantu mempercepat pemulihan sistem imun. Juga kesehatan bulu hewan.

BACA JUGA:Apakah Memelihara Kucing Bisa Mengurangi Rasa Stres? Ini Fakta Ilmiahnya

BACA JUGA:Kandang Kucing dari Baja Ringan jadi Primadona Baru


Hujan terus bikin kucing jadi kurang aktif. Catnip dan silvervine bisa bantu jaga mood si meong tetap ceria.-Fabricio Trujillo-pexels.com

Perawatan bulu yang rontok juga membutuhkan perhatian ekstra. Yakni melalui proses penyisiran rutin setiap hari.

Gunakan sisir khusus untuk menghilangkan bulu mati. Sehingga dapat membantu merangsang sirkulasi darah pada kulit. Pun, mempercepat pertumbuhan bulu baru yang lebih sehat. 

Selain itu, pastikan kucing mendapatkan asupan air bersih yang cukup. Letakkan wadah berisi air di beberapa titik dalam rumah. Kucing pun terhindar dari dehidrasi.

Sebab, dehidrasi akibat perubahan cuaca dapat memperburuk kondisi kulit. Bahkan membuat bulu menjadi semakin rapuh serta kusam.

BACA JUGA:Kucing Tak Nyaman karena Ringworm, Bahan-Bahan Alami ini Ampuh untuk Melenyapkan

BACA JUGA:5 Hal Penting yang Perlu Anda Pertimbangkan sebelum Merawat Kucing di Rumah

Lingkungan tempat tinggal kucing juga harus dijaga agar tetap hangat. Hindari paparan angin langsung. Sediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih.

Jauhkan kandang dari area yang lembab. Kiat tersebut akan sangat membantu proses adaptasi hewan terhadap cuaca.

Dengan memberikan perhatian yang konsisten dan pemenuhan nutrisi yang tepat, kesehatan kucing akan kembali stabil. Kerontokan bulu pun dapat dikurangi secara signifikan seiring berjalannya waktu. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Untag Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: