AS Kerahkan Kapal Perang untuk Kawal Perlintasan Hormuz, Iran: Bisa Jadi Pelanggaran Gencatan Senjata
Pasukan keamanan laut Iran dengan armada speedboat untuk mengunci lalu lintas Selat Hormuz. Iran memperingatkan rencana AS untuk melakukan pengawalan bisa berbuah pelanggaran gencatan senjata -Hossein Zohrevand/Tasnim News Agency -
HARIAN DISWAY - Pemerintah Iran memberikan peringatan keras pada hari Senin, 4 Mei 2026 bahwa setiap upaya Amerika Serikat untuk mencampuri urusan di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata Timur Tengah.
Peringatan ini muncul menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal-kapal melalui jalur perairan yang sedang diblokade tersebut.
Negosiasi antara kedua negara telah menemui jalan buntu sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026. Kendali ketat Iran atas selat strategis tersebut, yang dilakukan pasca serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran, menjadi titik utama perselisihan.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut operasi maritim baru ini sebagai "Project Freedom". Ia mengklaim langkah tersebut merupakan tindakan kemanusiaan bagi para awak kapal yang terjebak dalam blokade dan mulai kehabisan pasokan makanan serta kebutuhan krusial lainnya.
BACA JUGA:Kapal Tanker Diserang Proyektil di Lepas Pantai UEA, AS Mulai Kawal Kapal di Selat Hormuz
BACA JUGA:Trump Perintahkan Tembak di Tempat Kapal Pemasang Ranjau di Selat Hormuz
"Kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan aman dari Selat. Dalam semua kasus, mereka mengatakan tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi," tulis Trump terkait operasi yang dimulai pada hari Senin ini.

Kapal MSC Fransesca berbendera Panama. Salah satu kapal yang dilaporkan diserang oleh angkatan laut IRGC dan dipaksa berlayar menuju titik tertentu. -vesselfinder.com-
Menanggapi hal tersebut, ketua komisi keamanan nasional parlemen Iran menegaskan bahwa campur tangan Amerika dalam rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Blokade yang dilakukan Iran telah menghentikan aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia, sementara Amerika Serikat membalas dengan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
BACA JUGA:Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tetap Akan Blokir Selat Hormuz
BACA JUGA:Iran Bersumpah Balas Penembakan AS Terhadap Kapal Touska di Teluk Oman

Tentara AS mengamati aktivitas lalu lintas kapal di Laut Arab selatan Selat Hormuz, AS mempertahankan blokade ke pelabuhan-pelabuhan Iran jelang negosiasi putaran kedua di Islamabad-US Centcom-
Meskipun situasi memanas, Trump menyatakan bahwa perwakilannya sedang melakukan diskusi yang sangat positif dengan pihak Iran yang diharapkan dapat membuahkan hasil baik bagi semua pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: