Waspada Hantavirus, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penularannya dari Tikus
Penyakit hantavirus tengah mewabah di sejumlah negara di dunia, dengan gejala awal mirip influenza. --Allianz
HARIAN DISWAY - Kasus hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah infeksi virus tersebut dilaporkan muncul di sejumlah wilayah.
Penyakit yang ditularkan melalui tikus ini sebenarnya bukan virus baru, karena sudah dikenal sejak era 1950-an dan pernah memicu wabah pada dekade 1960-an.
Munculnya kembali kasus hantavirus membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kebersihan lingkungan dan paparan kotoran tikus yang menjadi sumber utama penularan virus.
BACA JUGA:Dua Warga Singapura di Kapal MV Hondius Negatif Hantavirus, Masa Karantina Tetap Dilanjutkan
BACA JUGA:Laporan WHO: Pramugari KLM Negatif Hantavirus Setelah Kontak dengan Suspek yang Meninggal
Pada tahap awal, gejala hantavirus sering kali mirip dengan penyakit flu atau infeksi virus biasa. Penderitanya dapat mengalami demam, batuk, sakit kepala, nyeri sendi, mual, diare, hingga tubuh terasa lemas.
Namun dalam kondisi yang lebih berat, infeksi hantavirus bisa berkembang menjadi penyakit serius yang memicu perdarahan, gagal ginjal, penurunan kesadaran, bahkan kematian apabila terlambat ditangani.
Karena itu, masyarakat perlu memahami cara mencegah hantavirus agar terhindar dari risiko penularan.
BACA JUGA:Dirjen WHO Turun Langsung ke Spanyol, Pimpin Proses Evakuasi Pasien Suspek Hantavirus
BACA JUGA:Isu Hantavirus Mencuat, IDAI: Risiko Penularan Antarmanusia Rendah, Tak Seperti Covid-19
Cara Mencegah Hantavirus
1. Membasmi Tikus di Lingkungan Rumah
Tikus merupakan pembawa utama hantavirus. Pastikan rumah dan lingkungan sekitar terbebas dari sarang maupun aktivitas hewan pengerat yang berpotensi menyebarkan virus.
2. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Rutin membersihkan rumah, gudang, dapur, serta area lembap penting dilakukan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: