IHSG Berpotensi Turun Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Saham RI
IHSG diproyeksi melemah jelang rebalancing MSCI. Rupiah tembus Rp17.400 per USD, investor pantau saham ANTM, ASII hingga MDKA.-Disway.id/Bianca Khairunnisa-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menjelang pengumuman rebalancing saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada dalam tekanan.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,92 persen ke posisi 6.905,62. Secara teknikal, analis dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa histogram negatif MACD kembali menunjukkan pelemahan.
Selain itu, indikator Stochastic RSI juga membentuk pola death cross di area pivot.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji level support di 6.750-6.850,” tulis Phintraco dikutip dari Kumparan pada 12 Mei 2026.
BACA JUGA:Moody's Rating Turunkan Outlook Pasar Indonesia, IHSG Jatuh ke Level 7.900-an
BACA JUGA:IHSG Menguat 0,65 Persen Hari Ini, Saham Perbankan dan Energi Jadi Penopang
Menurut Phintraco Sekuritas, terdapat potensi dua emiten keluar dari indeks MSCI, yakni Barito Renewables Energy Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. Kedua saham tersebut menjadi sorotan dalam laporan MSCI edisi Mei 2026.
Pelaku pasar juga masih menunggu data retail sales yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Penjualan ritel pada Maret 2026 diproyeksikan tumbuh 6,8 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Phintraco menilai tekanan IHSG pada perdagangan sebelumnya dipicu sentimen dari pernyataan Menteri Keuangan terkait penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang yang akan mulai diterapkan pada awal Juni 2026.
Pemerintah juga disebut segera menerbitkan Peraturan Presiden mengenai kebijakan tersebut.
BACA JUGA:Meski IHSG Tertekan, Menko Perekonomian Sebut Ada Net Inflow Dana Asing
BACA JUGA:IHSG Jeblok ke Angka 7.800, Mensesneg: Bismillah Kita Harus Optimis, Kita Harus Yakin
Tekanan pasar turut diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat bergerak di atas level Rp17.400 per dolar AS, sehingga meningkatkan sentimen negatif di pasar saham domestik.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini, yakni Astra International Tbk atau ASII, RMK Energy Tbk atau RMKE, Gajah Tunggal Tbk atau GJTL, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk atau INTP, serta PP London Sumatra Indonesia Tbk atau LSIP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: m.kumpara.com