Moody's Rating Turunkan Outlook Pasar Indonesia, IHSG Jatuh ke Level 7.900-an

Moody's Rating Turunkan Outlook Pasar Indonesia, IHSG Jatuh ke Level 7.900-an

Peluang IHSG hari ini?-Bianca/Disway.id-

HARIAN DISWAY - Setelah kembali menguat sebanyak 0,65 persen pada awal sesi perdagangan kemarin, kini IHSG kembali anjlok hingga ke level 7.900-an pada sesi Jumat siang, 6 Februari 2026.

Penurunan hari ini merupakan respons pasar terhadap pengumuman lembaga pemeringkat kredit internasional Moody’s Investors Service (Moody’s) yang menurunkan outlook kredit Indonesia, dari posisi stabil ke negatif.

Saham-saham unggulan seperi LQ45, AMRT, TLKM, dan MEDC menjadi top gainers. Sementara itu, BRPT, BUMI, SCMA, MBMA, MDKA, EMTK, dan ASII tercatat sebagai top losers dan menyumbang tekanan pada pergerakan indeks.

Menyikapi kejadian ini, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan respons optimis.

BACA JUGA:Pasar Modal Dikhawatirkan Bergejolak Lagi Senin Besok, Ini Komentar Purbaya

BACA JUGA:Purbaya Yakin IHSG Menguat Saat Dibuka, Fundamental Dinilai Masih Kokoh

“Ya biar aja seperti itu, yang jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat dari sebelumnya,” jelas Menkeu Purbaya.

Purbaya juga menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional ke depan. Ia meyakini kondisi ekonomi akan terus membaik dengan laju pertumbuhan yang semakin cepat.

“Nanti pelan-pelan Moody’s saya pikir akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair,” ungkap Purbaya.

Purbaya juga menegaskan bahwa meskipun sejumlah program pemerintah masih diragukan, perekonomian nasional diyakini akan tumbuh lebih cepat ke depan. Ia menilai keraguan tersebut bersifat sementara dan akan berangsur hilang.

BACA JUGA:Purbaya Akan Rombak Pejabat Pajak dan Bea Cukai, yang Ketahuan Main-Main Akan Dipindah ke 'Tempat Sepi'

BACA JUGA:Dirut BEI Mundur, Purbaya Sebut Sinyal Positif

“Kan lembaga pemeringkat itu sebenarnya menilai untuk melihat apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhin, jadi harusnya nggak ada masalah,” ucapnya.

Menanggapi potensi dampak terhadap arus modal asing, Purbaya mengakui bahwa sebagian investor yang bersikap sangat berhati-hati bisa saja merespons secara negatif. Namun ia menegaskan selama investor melihat fondasi ekonomi Indonesia yang membaik, sentimen tersebut tidak akan bertahan lama.

“Selama mereka lihat fondasi ekonomi kita membaik, apalagi triwulan IV kemarin bagus kan? naik ke atas kan? walaupun di bawah target saya sih. Jelas kan ekonomi kita sudah berbalik arah,” jelas Purbaya.

Menanggapi potensi penurunan peringkat kredit, Purbaya menilai hal tersebut belum relevan mengingat kondisi defisit yang masih terkendali. Purbaya juga menekankan dibanding dengan negara lain, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif lebih kuat.

BACA JUGA:Purbaya Sebut Pelemahan IHSG Hanya Sedikit Pengaruhi Pasar Obligasi, Minat SBN Diprediksi Pulih

BACA JUGA:Saham IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Fondasi Kita Bagus!

“ Justru harusnya nanti kita pelan-pelan akan ada prospek upgrade, mungkin setelah akhir tahun, ketika ekonomi kita tumbuh 6 persen atau lebih,” tutupnya.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: