Gaya Hidup vs Gali Lubang, Fenomena Paylater seperti Pedang Bermata Dua

Gaya Hidup vs Gali Lubang, Fenomena Paylater seperti Pedang Bermata Dua

Paylater dapat mempermudah belanja, namun jika tidak bijak, bisa jadi jerat finansial bagi anak muda.-tanaonte-

HARIAN DISWAY - Kita tentu sudah akrab dengan kemudahan layanan “Beli Sekarang, Bayar Nanti” atau Paylater. 

Layanan itu hampir selalu muncul setiap kali membuka aplikasi apa pun. Paylater terasa begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. 

Bahkan, beberapa individu kini menjadikan Paylater sebagai bagian dari solusi. Sebagai ccara bertahan di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya membaik.

Perubahan pola belanja telah berjalan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih biaya hidup semakin tinggi. Sedangkan pendapatan tidak selalu meningkat sejalan dengan kebutuhan.

BACA JUGA:Waspada Paylater Trap Jelang Lebaran 2026, Cara Cerdas Atur Gaji dan THR agar Tidak Boncos

BACA JUGA:Waspada Dampak Buruk Paylater, Kemudahan yang Bisa Menghancurkan Keuangan Anda

Di tengah situasi itu, Paylater muncul sebagai solusi cepat. Menyediakan akses dana tanpa melalui prosedur perbankan yang rumit.

Proses pendaftaran hanya memerlukan KTP dan verifikasi wajah. Berlangsung hanya dalam beberapa menit.

Menjadikan layanan tersebut jauh lebih praktis dibandingkan dengan kartu kredit tradisional. Kartu kredit memerlukan surat gaji, riwayat pinjaman, serta proses verifikasi yang lama.

Kemudahan itu secara tidak langsung memenuhi kebutuhan segmen masyarakat. Terutama yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan perbankan (unbanked). 

BACA JUGA:Komitmen SPayLater Dukung Pertumbuhan Inklusi Keuangan Digital

BACA JUGA:6 Panduan Lengkap Pakai Paylater Secara Bijak, Hindari Utang Berkepanjangan

Hanya dengan mengandalkan smartphone dan koneksi internet, berbagai kebutuhan bisa dipenuhi hanya dengan beberapa kali klik. Seperti belanja bulanan hingga tiket perjalanan. 

Tidak mengherankan jika banyak orang merasakan peningkatan daya beli. Meskipun pada kenyataannya, pendapatan asli mereka belum tentu mengalami kenaikan yang signifikan.

Namun, kemudahan yang terlalu cepat sering kali menyimpan risiko yang tidak terlihat di awal. Paylater ibarat pedang bermata dua.

Itu dapat memberikan manfaat sekaligus menimbulkan masalah baru apabila tidak digunakan secara bijak.

BACA JUGA:Sudah Lunasi Paylater, tapi Tagihan Masih Muncul? Begini Alasannya!

BACA JUGA:Pahami Cara Pakai, Manfaat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Gunakan OvoPayLater

Tekanan ekonomi membuat sebagian pengguna memanfaatkan layanan itu bukan untuk kebutuhan produktif. Melainkan konsumtif.


Terjebak dalam siklus utang yang berkepanjangan merupakan salah satu dampak dari penggunaan paylater yang tidak bijak--freepik.com

Situasi itu kemudian memunculkan pola “gali lubang tutup lubang”. Yang perlahan dapat menjerat kondisi finansial seseorang.

Banyak pengguna Paylater mungkin belum sepenuhnya menyadari. Bahwa bunga yang dikenakan dapat menjadi sangat besar jika dihitung secara tahunan.

Ditambah lagi dengan denda keterlambatan pembayaran yang bersifat akumulatif. Risiko beban utang dapat meningkat dengan cepat.

BACA JUGA:Keuntungan Bayar Shopee PayLater via Agen BRILink

BACA JUGA:OJK Pastikan Lonjakan Paylater Tak Berdampak Pada Penurunan Tabungan Perbankan

Ketika satu cicilan gagal dibayar, efek domino dapat terjadi: denda bertambah, skor kredit menurun, dan akses terhadap pinjaman penting di masa depan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi semakin sulit.

Jika kondisi itu berlangsung terus-menerus, dampaknya tidak hanya dirasakan individu. Tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan finansial masyarakat secara luas.

Karena itu, Paylater seharusnya diposisikan sebagai alat manajemen arus kas. Bukan sebagai tambahan pendapatan.


Meningkatkan literasi keuangan dapat membantu menghindari jeratan utang dari layanan paylater--istockphoto.com

Penggunaan yang bijak berarti memastikan bahwa total cicilan bulanan tetap berada dalam batas aman. Yaitu tidak melebihi 30 persen dari pendapatan bersih.

BACA JUGA:Perbandingan DANA PayLater dan Shopee PayLater: Mana Yang Lebih Cocok untuk Anda?

BACA JUGA:Tip dan Trik untuk Membantu Anda Mengelola Limit DANA PayLater dengan Baik

Dengan pendekatan yang disiplin, Paylater masih dapat menjadi solusi finansial. Keberadaannya mampu membantu mengatur kebutuhan jangka pendek. Tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Untag Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: