Menilik Program Kesehatan Mental Fakultas Psikologi Unair (1): Sejenak Berhenti di Nepal van Java
SEJENAK Berhenti di Nepal van Java.-Suryanto untuk Harian Disway-
Dosen tidak hanya mengajar. Ada bimbingan skripsi. Ujian tesis. Ujian disertasi. Proposal penelitian. Artikel ilmiah. Pengabdian masyarakat. Rapat. Akreditasi. Laporan kinerja. Semua datang seperti pesan masuk yang tidak pernah benar-benar selesai.
Tenaga kependidikan juga demikian. Mereka mungkin tidak selalu tampak di depan kelas, tetapi kampus tidak akan berjalan tanpa mereka. Surat, jadwal, layanan akademik, sistem informasi, keuangan, sarana, dan ribuan urusan kecil lain bisa menjadi besar ketika tidak ditangani.
Karena itu, healing bersama bukan pelarian dari pekerjaan. Ia justru cara agar orang tidak habis terbakar oleh pekerjaannya sendiri.
Di lereng Sumbing, hari itu, ada pelajaran sederhana. Manusia perlu jeda. Organisasi perlu memberikan ruang pemulihan. Kebersamaan tidak selalu lahir dari seminar besar atau pelatihan serius. Kadang ia tumbuh dari perjalanan naik jip, berhenti di dataran tinggi, naik ojek di jalan menanjak, tertawa bersama, dan saling memotret di antara ladang sayur.
Mungkin itulah makna healing yang paling jujur. Bukan melupakan pekerjaan. Tetapi, memberikan kesempatan kepada diri untuk bernapas. Agar ketika kembali ke kampus, manusia tidak kehilangan kemanusiaannya. (*)
*) Suryanto adalah guru besar psikologi sosial, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya.
*) Dewi Retno Suminar adalah dekan Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya, 2025–2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: