Ketika 'Artikulasi' Menjadi Tameng Otoritas
ILUSTRASI Ketika 'Artikulasi' Menjadi Tameng Otoritas.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
TERKADANG sebuah bangsa dapat dibaca dari peristiwa-peristiwa kecil yang tampak sederhana. Dari cara orang berbicara. Dari cara kritik diterima. Dari bagaimana otoritas menghadapi keberanian anak muda yang mempertanyakan keputusan.
Kisah yang berkasus dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat beberapa hari lalu adalah salah satunya. Awalnya peristiwa itu tampak hanya seperti insiden biasa dalam perlombaan pelajar.
Namun, setelah videonya beredar luas di media sosial, publik segera melihat bahwa persoalannya bukan sekadar soal benar atau salah dalam menjawab pertanyaan. Publik akhirnya justru mempersoalkan sesuatu yang lebih mendasar: cara komunikasi kekuasaan bekerja.
Dalam babak final lomba, juri mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab: ”Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”
BACA JUGA:Efek Psikologi Massa: Saat Kata ‘Artikulasi’ Bikin Satu Negara Kompakan Jengkel
BACA JUGA:Status WhatsApp Indri Wahyuni Viral, Singgung LHKPN hingga Open Endorse usai Polemik LCC MPR Kalbar
Jawaban itu justru diberi nilai minus lima. Tidak lama kemudian, grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang secara substansi sama. Kali ini juri memberikan nilai penuh. Peserta dari grup C lalu mengajukan keberatan.
Mereka merasa jawaban yang mereka sampaikan sama dengan regu sebelumnya. Namun, penjelasan yang muncul dari juri adalah soal ”artikulasi”. Jawaban dianggap tidak terdengar jelas. Salah seorang juri bahkan menegaskan pentingnya artikulasi dalam penilaian.
Video itu segera viral. Potongan rekaman diputar ulang berkali-kali. Publik mendengar ulang kalimat peserta. Media sosial ramai memperdebatkan keputusan juri. Polemik meluas hingga akhirnya mendapat perhatian pimpinan MPR RI.
Publik tampaknya tidak terlalu sibuk memperdebatkan isi jawaban peserta. Publik justru fokus pada alasan yang digunakan juri: artikulasi. Pada titik itulah problem komunikasi mulai terlihat.
BACA JUGA:Josepha Alexandra Dapar Tawaran Beasiswa Kuliah Gratis ke Tiongkok
Bahasa Menjadi Alat Kekuasaan
Dalam ilmu komunikasi, artikulasi pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas agar makna dapat dipahami. Artikulasi membantu pesan diterima dengan baik. Tetapi, artikulasi tidak bisa dipakai untuk menghapus substansi yang sebenarnya sudah terang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: