Tren Sejarah Takkan Terbendung: Reunifikasi Kedua Tepi Selat Taiwan Pasti Terwujud

Tren Sejarah Takkan Terbendung: Reunifikasi Kedua Tepi Selat Taiwan Pasti Terwujud

PENGIBARAN BENDERA TIONGKOK saat parade militer memperingati kemenangan atas fasisme Jepang, 3 September 2025. Tiongkok selalu mengupayakan perdamaian dunia melawan fasisme asing.-dok harian disway-


Ye Su, Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya--

Pada 10 April, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping bertemu dengan Ketua Partai Kuomintang Tiongkok Cheng Li-wun di Beijing dan menyampaikan pembicaraan penting. Berdasarkan kepentingan keseluruhan dan perkembangan jangka panjang bangsa Tionghoa, Xi mengemukakan empat usulan strategis, yaitu berpegang pada identitas yang benar untuk mendorong keselarasan hati, berpegang pada pembangunan damai untuk menjaga rumah bersama, berpegang pada komunikasi dan integrasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan berpegang pada persatuan dan perjuangan untuk mewujudkan Revitalisasi Bangsa Tionghoa

Hal ini memberikan arahan jelas bagi hubungan kedua partai dan perkembangan damai hubungan lintas Selat Taiwan. Pada tahun 2025, netizen di dalam dan luar negeri memilih karakter Tiongkok “shi” (berarti tren atau arus) sebagai Karakter Tiongkok Tahunan Selat Taiwan, yang menunjukkan bahwa tren sejarah menuju reunifikasi dan revitalisasi Tiongkok terus maju dan tak terbendung. Saya ingin memperkenalkan situasi isu Taiwan kepada teman-teman di Indonesia dari tiga aspek tren.

 Pertama, tren Revitalisasi Bangsa Tionghoa tidak terbendung. Sekretaris Jenderal Xi Jinping menekankan bahwa “isu Taiwan muncul akibat kelemahan dan kekacauan bangsa, dan pasti akan diselesaikan seiring dengan revitalisasi bangsa”. Faktor kunci yang menentukan arah hubungan lintas Selat adalah kemajuan dan perkembangan negara. Sejak Kongres Nasional Partai ke-18, di bawah kepemimpinan kuat Komite Pusat Partai yang dipimpin oleh Xi Jinping, seluruh rakyat bersatu dan mengatasi berbagai kesulitan, mencapai pencapaian Modernisasi Ala Tiongkok yang luar biasa. 

Saat ini, kami lebih dekat, lebih percaya dan lebih mampu mewujudkan revitalisasi dan reunifikasi tanah air dibandingkan periode mana pun dalam sejarah. Dari sisi ekonomi, Tiongkok secara stabil berposisi sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia. Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2025 melampaui 140 triliun RMB, selama bertahun-tahun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dunia melebihi 30 persen. 

BACA JUGA:Donald Trump Tinggalkan Beijing, Akhiri Kunjungan Kenegaraan Bersejarah di Tiongkok

BACA JUGA:Trump Klaim Tiongkok Bakal Borong 200 Pesawat Boeing, Saham Justru Merosot

Tiongkok memiliki seluruh kategori industri dalam klasifikasi industri PBB, serta memiliki keunggulan pasar yang berskala sangat besar. Dari sisi teknologi, Tiongkok menganut kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi. Pencapaian seperti pesawat besar buatan Tiongkok, penerbangan antariksa berawak, teknologi kuantum dan rekayasa biologis muncul satu demi satu. 

Dari sisi jaminan kehidupan rakyat, Tiongkok secara historis mengentaskan masalah kemiskinan mutlak, pendapatan rakyat tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi, menjalinkan sistem pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial terbesar di dunia, mendorong kemakmuran bersama seluruh rakyat terus berkembang. Sejarah membuktikan bahwa “bersatu akan kuat, terpisah akan kacau”. 

Mewujudkan reunifikasi tanah air adalah keharusan bagi revitalisasi bangsa. Peningkatan kekuatan ekonomi, teknologi dan pertahanan negara tidak hanya secara efektif menahan kekuatan separatis “Kemerdekaan Taiwan” dan campur tangan kekuatan asing, tetapi juga menciptakan peluang besar bagi kerja sama dan pertukaran lintas Selat. 

Pihak Tiongkok daratan selalu aktif mendorong normalisasi kunjungan masyarakat dan rutinisasi pertukaran di berbagai bidang lintas Selat, serta secara terdepan meluncurkan langkah-langkah kemudahan dalam pertukaran antar partai, pertukaran pemuda, bidang ekonomi, kehidupan rakyat, budaya dan pariwisata. Tujuannya adalah untuk sepenuhnya melindungi kepentingan pembangunan wilayah Taiwan dan menciptakan masa depan yang lebih cemerlang bagi seluruh rakyat Tiongkok dan bangsa Tionghoa, termasuk saudara-saudara Provinsi Taiwan.

BACA JUGA:Pertemuan ’’Istimewa” Presiden AS Donald Trump-Presiden Tiongkok Xi Jinping

BACA JUGA:Xi Jinping Peringatkan Donald Trump: Masalah Taiwan Bisa Seret Tiongkok-AS ke Pusaran Konflik

Tren reunifikasi kedua tepi selat pasti terwujud. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: