Seniman Muda Tiongkok Ubah Persepsi Logam Lewat Karya Kontemporer di Paris
Kalung Huangfu yang terinspirasi dari bunga dandelion, dengan berat total hanya 500 gram.--China Daily
Menurutnya, Huangfu tidak sebatas menggunakan logam. Tetapi juga resin, kayu, batu permata, enamel, hingga kaca.
Itu semua dilakukan untuk menciptakan sistem artistik baru. “Dia membangun estetika rasional melalui ritme, struktur, serta permainan titik dan garis,” kata Su Dan.
Program “Hand of Wisdom” pertama kali diluncurkan pada 2019 oleh Lei Geye dan Christine Cayol. Sebagai wadah pertukaran budaya seni antara Tiongkok dan Prancis.
BACA JUGA:Fuxi, Tokoh Mitologi Tiongkok Peletak Fondasi Peradaban Kuno di Tianshui
BACA JUGA:Festival Musim Semi Tiongkok, Nilai Budaya dan Simbol Persatuan Sosial
Melalui program tersebut, para perajin muda Tiongkok mendapat kesempatan mengikuti residensi seni di Prancis. Guna memperluas perspektif kreatif mereka.
Tahun ini, tema “Craft 1+” dipilih untuk menekankan pentingnya integrasi kerajinan inti dengan material tambahan. Juga teknologi kontemporer.
Huangfu menyebut pendekatan lintas material memang sudah menjadi bagian alami dalam proses kreatifnya.
Dia juga mulai mengeksplorasi penggunaan teknologi digital dan AI-assisted modeling dalam pengembangan desain artistiknya.

Huangfu (tengah di baris depan), penerima keenam program --China Daily
BACA JUGA:Golf Diperkirakan Berasal dari Tiongkok, Jejak Permainan Kuno yang Mendahului Skotlandia
Bagi Huangfu, terpilih dalam program residensi seni di Paris menjadi momentum penting dalam perjalanan kariernya.
Dia dijadwalkan berangkat ke Paris musim gugur tahun ini. Di sana, dia mengikuti residensi dua bulan di Cite Internationale des Arts.
“Saya ingin memahami karya saya lebih jelas melalui perbedaan budaya, sejarah, dan cara berkarya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily