Juara Giro d’Italia 2026, Jonas Vingegaard Lengkapi Gelar Grand Tour
Jonas Vingegaard akhirnya meraih gelar juara pertamanya untuk Giro d'Italia, sekaligus melengkapi gelar Grand Tour-nya.--Mainsepeda.com
Pembalap Netcompany-Ineos, Filippo Ganna, menjadi ancaman terbesar setelah melancarkan serangan saat balapan menyisakan 18 kilometer. Ia bahkan sempat membuka keunggulan hingga 20 detik.
Di belakangnya, Jasper Stuyven dan Matteo Sobrero berusaha mengejar. Namun upaya tersebut akhirnya berhasil dipatahkan tim-tim sprinter menjelang finis.
Memasuki kilometer terakhir, tim Soudal-QuickStep, Lidl-Trek, dan Unibet-Rose Rockets memimpin peloton untuk mempersiapkan sprint bagi pembalap andalan mereka.
Magnier sebenarnya berada dalam posisi menjanjikan. Namun pergerakan lebih awal dari Dylan Groenewegen membuat ruang geraknya tertutup. Situasi itu dimanfaatkan Milan yang berada tepat di belakang Groenewegen untuk melancarkan sprint maksimal.
“Hari ini sangat berarti bagi kami. Setelah tiga pekan terus mengejar kemenangan, akhirnya kami bisa mendapatkannya di Roma. Kami tidak pernah menyerah dan terus berjuang sampai kesempatan terakhir,” tegas Milan.
Sementara itu, sorotan utama Giro d’Italia 2026 tetap tertuju pada Jonas Vingegaard. Pembalap Visma-Lease a Bike tersebut sukses mempertahankan maglia rosa hingga etape terakhir dan memastikan gelar juara umum Giro d’Italia pertamanya.
Vingegaard mulai mengenakan jersey pemimpin klasemen sejak etape ke-14 dan tampil dominan hingga akhir balapan. Sepanjang Giro tahun ini, pembalap asal Denmark itu juga membukukan lima kemenangan etape.
BACA JUGA:Rayakan HUT ke-112, Pemkot Malang-BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gowes 112 Km

Jonas Vingegaard mengangkat trofi Giro d'Italia 2026.--Mainsepeda.com
Jonas Vingegaard Lengkapi Gelar Grand Tour
Keberhasilan tersebut membuat Vingegaard masuk dalam daftar elite pembalap dunia. Ia menjadi pembalap kedelapan dalam sejarah yang mampu menjuarai tiga Grand Tour berbeda, yakni Tour de France, Vuelta a España, dan kini Giro d’Italia.
Pada etape terakhir di Roma, Vingegaard memilih bermain aman dengan tetap berada di bagian belakang peloton bersama rekan-rekan setimnya untuk menghindari risiko kecelakaan. Setelah melintasi garis finis, ia pun berhak merayakan gelar Giro d’Italia pertamanya sepanjang karier.
Rider asal Denmark itu mengangkat Trofeo Senza Fine di Roma pada etape penutup, sekaligus memastikan namanya masuk dalam daftar elite pembalap yang pernah menaklukkan seluruh ajang Grand Tour.
Momen emosional terjadi sesaat setelah nama Vingegaard diukir pada trofi ikonik Giro d'Italia. Mengenakan maglia rosa, ia berdiri di podium sambil mengangkat trofi juara sebelum menatap kedua anaknya yang mengenakan jersey serupa dan merayakan keberhasilan bersejarah tersebut bersama keluarga.
Keberhasilan ini menjadikan Vingegaard sebagai pembalap kedelapan dalam sejarah yang mampu memenangkan tiga balapan Grand Tour, yakni Giro d'Italia, Tour de France, dan Vuelta a Espana.
Namanya kini sejajar dengan Jacques Anquetil, Felice Gimondi, Eddy Merckx, Bernard Hinault, Alberto Contador, Vincenzo Nibali, dan Chris Froome dalam klub eksklusif para pemenang trilogi Grand Tour.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: