Obrigado! Persebaya dan Bruno Moreira Resmi Berpisah
Selebrasi Bruno Moreira setelah membawa Persebaya unggul kontra PSS Sleman di Team Launching Game, Sabtu, 19 Juli 2025-Boy Slamet-Harian Disway
Catatan itu menjadikannya salah satu pemain asing tersubur dalam sejarah klub. Bahkan musim lalu menjadi musim terbaiknya bersama Bajol Ijo (sebutan Persebaya) dengan torehan 12 gol dan delapan assist.
Lebih dari sekadar statistik, Bruno dikenal sebagai pemain yang selalu tampil dengan semangat tinggi. Ia menjadi motor serangan Persebaya dalam berbagai pertandingan penting.
Tak mengherankan jika kabar kepergiannya langsung memunculkan beragam reaksi dari suporter. Banyak yang menganggap Bruno sebagai representasi pemain asing ideal. Pekerja keras, memiliki loyalitas tinggi, dekat dengan pendukung, dan selalu menunjukkan rasa hormat kepada klub.
BACA JUGA:Bek Persebaya Risto Mitrevski Bongkar Rahasia Kesuksesan Bajol Ijo
BACA JUGA:Persebaya vs Persik 5-0, Misi Happy Ending Bajol Ijo di GBT Sukses
Era Baru Persebaya Bersama Bernardo Tavares

Bernardo Tavares saat memimpin Persebaya melawan Persita di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu, 4 April 2026.-Boy Slamet -Harian Disway
Meski demikian, sepak bola memang selalu menghadirkan siklus datang dan pergi. Persebaya pun tampaknya sudah bersiap menghadapi era baru di bawah pelatih Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut kini memegang kendali penuh dalam menyusun komposisi skuad untuk Super League 2026/2027.
Sejumlah perubahan sudah mulai terlihat sejak kompetisi musim lalu berakhir. Beberapa pemain asing telah meninggalkan tim dan proses pembentukan skuad baru tengah berlangsung.
Kepergian Bruno tentu meninggalkan ruang besar yang harus diisi. Namun, manajemen dan tim pelatih diyakini telah memiliki rencana untuk menjaga daya saing Persebaya pada musim depan.
Bagi Bonek dan Bonita, nama Bruno Moreira akan tetap memiliki tempat tersendiri. Empat musim penuh perjuangan, gol-gol penting, assist krusial, hingga kepemimpinan sebagai kapten menjadi warisan yang sulit dilupakan.
Kini, perjalanan keduanya harus berpisah. Bruno melangkah menuju tantangan baru di luar negeri, sementara Persebaya menatap musim baru dengan wajah berbeda. Selamat jalan, Kapten. Terima kasih. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: