PKL Pasar Tumpah Pakis Mengadu ke DPRD, Relokasi Dinilai Belum Siap
Suntoro, perwakilan PKL pasar tumpah pakis sampaikan keluh kesanya sebagai pedagang yang sering kena penertiban, pada Senin, 8 Juni 2026-Rossa Handini-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Rencana penataan kawasan Pasar Tumpah Pakis menimbulkan polemik.
Komisi B DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya mengedepankan pendekatan humanis dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) sebelum revitalisasi Pasar Pakis benar-benar siap dilaksanakan.
Permintaan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi B DPRD Surabaya, perwakilan PKL Pasar Tumpah Pakis, PD Pasar Surya, Satpol PP, dan pihak kecamatan, di DPRD Surabaya, Senin, 8 Juni 2026.
BACA JUGA:DPRD Surabaya Luncurkan Sekolah Sampah, Ajak Pilah Langsung Sejak dari Sumbernya
BACA JUGA:15 Titik Pasar Tumpah di Jatim Berpotensi Ganggu Kelancaran Arus Mudik Lebaran
Dalam forum itu, para pedagang menyampaikan kekhawatiran terkait rencana relokasi ke dalam area pasar yang hingga kini dinilai belum siap menampung seluruh PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Dr. Soetomo hingga Jalan Padmosusastro.
Perwakilan PKL Pakis, Suntoro, menegaskan bahwa para pedagang tidak menolak kebijakan pemerintah.
Namun, mereka berharap penataan kawasan dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi ribuan warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan tersebut.
"Selama ini kami menciptakan pekerjaan sendiri, menghidupi keluarga sendiri, membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan serta menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa banyak tuntutan kepada negara," terangnya.
BACA JUGA:SK Gubernur Jatim Belum Turun, Pelantikan Ketua DPRD Surabaya Tertahan
BACA JUGA:DPRD Surabaya Ubah Strategi Penanganan Banjir, Fokus ke Perawatan Drainase
Keluhan itu mendapat perhatian dari DPRD Surabaya. Apalagi, kondisi Pasar Pakis saat ini belum memungkinkan untuk menampung seluruh pedagang yang berada di luar area pasar.
Perwakilan PD Pasar Surya, Satria, mengakui masih banyak stan kosong di dalam pasar. Namun kondisi bangunan yang mengalami kerusakan pada lantai maupun atap membuat pemanfaatannya belum optimal.
"Jadi kalau kita harus memasukkan seluruh pedagang yang dari luar ke dalam memang tidak memungkinkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: