Mengenal 6 Jenis Teh Tiongkok, dari Green Tea hingga Pu’er yang Mendunia
Teh Zisun atau teh hijau yang diyakini sebagai minuman persembahan pada era Dinasti Tang.--Chinese Culturepedia
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, teh hijau sering dianggap memiliki sifat menyejukkan tubuh.
Kategori kedua adalah black tea yang di Tiongkok justru dikenal sebagai red tea. Teh tersebut berbeda dengan teh hitam versi Barat.
Teh Barat identik dengan tambahan susu dan gula. Namun, masyarakat Tiongkok umumnya menikmati teh hijau tanpa campuran. Sehingga karakter rasanya tetap terasa.
BACA JUGA:Air Putih vs Teh Manis: Mana yang Lebih Baik untuk Mengembalikan Energi saat Puasa?
BACA JUGA:Dari Milk Tea hingga Green Tea, Pilihan Teh Ungkap Gaya Hidup Anda
Black tea mengalami proses oksidasi penuh. Sehingga menghasilkan warna seduhan kemerahan. Dengan rasa yang lebih kuat.
Jenis yang terkenal antara lain Lapsang Souchong, Jin Jun Mei, Keemun, dan Dianhong dari Yunnan.
Kategori ketiga adalah oolong tea. Teh itu berada di antara teh hijau dan teh hitam. Karena hanya mengalami oksidasi sebagian. Karakter rasanya sangat beragam. Mulai dari floral, buah, hingga rasa panggang dan kacang.
Beberapa oolong paling terkenal adalah Tieguanyin dari Fujian, Da Hong Pao dari Pegunungan Wuyi, serta Dong Ding dari Taiwan.
BACA JUGA:Mahasiswa Ubaya Ubah Kantong Teh Jadi Produk Home Decor Inovatif
Kategori berikutnya adalah white tea atau teh putih. Teh putih menjadi salah satu jenis dengan proses paling sederhana. Karena hanya melalui tahap pelayuan dan pengeringan.
Hasilnya adalah rasa yang ringan, lembut, dan manis alami. Jenis yang paling dikenal antara lain Baihao Yinzhen atau Silver Needle, Bai Mudan, dan Shoumei.

Suasana perkebunan teh di Guangdong bagian Timur, Tiongkok.--Chinese Culturepedia
Kategori kelima adalah yellow tea. Produksi teh kuning tergolong terbatas. Karena melalui proses khusus bernama sealed yellowing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: chinese culturepedia