Mengenal 6 Jenis Teh Tiongkok, dari Green Tea hingga Pu’er yang Mendunia
Teh Zisun atau teh hijau yang diyakini sebagai minuman persembahan pada era Dinasti Tang.--Chinese Culturepedia
HARIAN DISWAY - Teh telah menjadi bagian penting dari budaya Tiongkok. Keberadaannya telah eksis selama ribuan tahun.
Teh pun berkembang menjadi simbol tradisi, filosofi, hingga identitas budaya. Bahkan memengaruhi berbagai negara di dunia.
Selama bertahun-tahun, teh Tiongkok dikenal memiliki sistem klasifikasi tersendiri. Produk teh dibagi menjadi enam kategori utama.
Sistem tersebut pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan teh Tiongkok Chen Chuan pada 1979. Kemudian diadopsi secara luas.
BACA JUGA:Workshop Teh Elixir Dilmah Surabaya dan Cara Membuat Teh Koktail ala Mixologist Profesional
BACA JUGA:Strategi Sukses Jualan Es Teh di Tengah Persaingan, Inovasi Rasa Hingga Kemasan Jadi Kunci
Hingga diakui sebagai standar internasional oleh International Organization for Standardization (ISO) pada Maret 2023.
Pembagian enam kategori tersebut didasarkan pada metode pengolahan daun teh. Metode khusus tersebut memengaruhi warna, aroma, cita rasa, hingga karakter akhir minuman.
Kategori pertama adalah green tea atau teh hijau. Teh jenis itu menjadi yang paling populer di Tiongkok.

Seorang petani memetik teh hijau khas Tiongkok, seteguk kesegaran untuk musim panas.--Chinese Culturepedia
Teh hijau dikenal memiliki rasa segar serta proses pengolahan minimal. Daun teh dipanaskan segera setelah dipetik. Tujuannya untuk mencegah oksidasi. Sehingga warna hijaunya tetap terjaga.
BACA JUGA:Sasana Bhagavadgita Menarik karena Gamelan, Pajangan Wayang, dan Teh Gendhis
BACA JUGA:Hobi Minum Es Teh Manis saat Buka Puasa, Risiko Jantung Mengintai
Beberapa jenis green tea yang terkenal antara lain Longjing atau Dragon Well dari Hangzhou, Biluochun dari Jiangsu, Huangshan Maofeng dari Anhui, serta Xinyang Maojian dari Henan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: chinese culturepedia