In Memoriam Pakar Arsitektur dan Tata Kota Prof.Ir. Johan Silas (2): Panutan yang Rendah Hati
PROF. IR. JOHAN SILAS disemayamkan di Adi Jasa Surabaya mulai Rabu, 10 Juni 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
Warisan Prof. Ir. Johan Silas abadi di Kota Surabaya. Kampung-kampung yang menjadi bagian penting dari identitas dan perkembangan Kota Pahlawan masih lestari hingga kini.
SURABAYA beruntung memiliki Prof. Ir. Johan Silas. Jejaknya menancap kuat sejak era kepemimpinan Wali Kota Surabaya Soekotjo Sastrodinoto. Lelaki visioner yang juga salah satu pendiri Jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu konsisten menyumbangkan pemikiran dan tenaganya demi pembangunan dan perkembangan kota.
Prinsip Johan yang terus terpatri dalam diri para muridnya dan orang-orang yang pernah bekerja dengannya adalah humanis. Baginya, kampung adalah tempat tumbuhnya kehidupan sosial yang, diakui atau tidak, merupakan bagian dari dinamika kota. Karena itu, pembangunan harus dikerjakan dengan tetap memanusiakan manusia.
Tri Rismaharini adalah saksi kebesaran hati Johan. Mantan wali kota Surabaya itu merupakan salah seorang mahasiswa Johan di ITS. Bahkan, dia disebut sebagai murid filosofis Johan.
BACA JUGA:Johan Silas: Pelestarian Cagar Budaya di Surabaya itu Penting
"Saya sering bekerja dengan beliau untuk membantu proyeknya dalam menangani Kampung Improvement Program (KIP). Kemudian, itu saya lanjutkan setelah berada di pemerintahan," tutur Risma saat ditemui Harian Disway di sela acara bedah buku Senin, 8 Juni 2026.
Sebagai murid Johan, Risma jelas kehilangan sosok panutan. Apalagi, Johan mewarnai banyak sekali program-program pembangunan Surabaya pada periode 2010-2020.
Dia mengatakan bahwa proyek Master Plan Surabaya 2000 juga disusun dengan bantuan Johan. Dari konsep itulah lahir Jalan Middle East Ring Road (MERR) di kawasan Surabaya Timur.
"Beliau mempraktikkan itu pada 1978. Ketika saya menjadi wali kota, saya berusaha mewujudkan perencanaan beliau itu. Alhamdulillah, MERR tuntas," tambahnya.
BACA JUGA:Komisaris Utama Pertamina Resmikan Kapal Pintar Autonomous Trash Skimmer untuk Atasi Sampah Perairan

BUKU karangan Prof. Ir. Johan Silas yang menjadi rujukan para praktisi tata kota.--JohanSilasMemorial
Sayangnya, konsep yang sama masih belum bisa terwujud di Banyu Urip. Ada banyak faktor yang membuat rancangan Johan masih belum terwujud. Antara lain karena padatnya penduduk di kawasan itu dan keberadaan jalan terusan dari Wiyung yang tersambung ke Wonokromo.
"Itu semua perencanaan beliau dalam Master Plan Surabaya 2000. Jadi, beliau yang memprakarsai itu dan beliau yang menjadi leader-nya," ungkap Menteri Sosial RI periode 2020-2024 itu.
Jauh sebelum bekerja sama dengan Johan dalam proyek-proyek berskala kota, Risma pernah bersinggungan dengan sang guru besar itu dalam perkuliahan.
"Saya dulu nakal. Prof. Johan Silas itu ilmunya terlalu tinggi sehingga gaya berbicara beliau itu terasa terlalu makro dan abstrak bagi saya. Makanya, saya sering membuat beliau emosi," kenangnya.
BACA JUGA:Anak-Anak Putat Jaya Belajar Menjadi Arsitek Tata Kota, Ditemani Dosen dan Mahasiswa Petra
BACA JUGA:25,4 Juta Wisatawan Berkunjung ke Surabaya Selama Setahun, KBS, Ampel, dan Kota Lama Jadi Primadona
Jika sudah emosi, menurut Risma, Johan kemudian akan memperinci penjabarannya tentang materi perkuliahan. Dengan demikian, mahasiswa-mahasiswa dalam kelasnya, termasuk Risma, menjadi paham.
Rupanya, strategi Risma untuk mendapatkan keterangan tambahan dengan cara memancing emosi Johan itu masih diingat sampai ketika dia menjadi wali kota.
"Beliau menyebut saya anak kesayangan. Padahal, dulu saya paling suka membantah karena penjelasan beliau sering kali terlalu abstrak dan kami sulit memahami maksudnya," urai perempuan 64 tahun itu.
Sebelum Master Plan Surabaya 2000, Johan membantu Risma merancang Surabaya Urban Development Policy 2018. Pada saat itu, Risma banyak bertanya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail tentang konsep sang pakar tata kota tersebut. "Saking visionernya beliau, kalau menjelaskan itu jadinya terasa abstrak," imbuhnya.
BACA JUGA:Pameran Urban Echoes di Kokoon Hotel Surabaya Hidupkan Jejak Kota Lama Lewat Sketsa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: