Dari Plasa Dr. Angka ITS, Surabaya Mengantar Prof. Ir. Johan Silas menuju Keabadian

Dari Plasa Dr. Angka ITS, Surabaya Mengantar Prof. Ir. Johan Silas menuju Keabadian

PENGHORMATAN TERAKHIR Prof. Ir. Johan Silas di Plasa Dr. Angka ITS pada Sabtu pagi, 13 Juni 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Surabaya mengantarkan Prof. Ir. Johan Silas menuju keabadian dari Plasa Dr. Angka, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), pada Sabtu pagi, 13 Juni 2026.

Setelah ibadah tutup peti di Rumah Duka Adi Jasa pada Jumat malam, 12 Juni 2026, prosesi penghormatan terakhir untuk Johan berlanjut di dua lokasi berbeda hari ini.

Misa Requiem di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus (HKY) atau Katedral Surabaya pada pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya, Romo PC Edi Laksito atau Romo Nanglik.

Dari Katedral Surabaya, jenasah Johan dibawa ke Plasa Dr. Angka ITS. Dari kampus yang sampai 2006 menjadi tempatnya mengajar itu, pakar arsitektur dan tata kota tersebut berpulang kepada Sang Pencipta. 

BACA JUGA:In Memoriam Pakar Arsitektur dan Tata Kota Prof. Ir. Johan Silas (4): Ikut Urusi Restorasi Gereja Tua

BACA JUGA:In Memoriam Pakar Aristektur dan Tata Kota Prof. Ir. Johan Silas (3): Tak Pernah Bikin Minder Junior

Rektor Bambang Pramujati dan jajaran dekan serta dosen-dosen ITS hadir dalam penghormatan terakhir itu. Bagi mereka, Johan bukan sekadar panutan dan guru, tetapi juga keluarga yang tidak bisa dipisahkan dari seluruh sivitas akademika.

"Kehadiran Prof. Johan Silas hari ini di ITS untuk yang terakhir kalinya, adalah wujud cinta beliau dan keluarga beliau terhadap kampus ini," ungkap Muhammad Faqih, rekan sejawat Johan, yang memberikan eulogi pada Sabtu pagi. 


KELUARGA Prof. Ir. Johan Silas dalam penghormatan terakhir di Plasa Dr. Angka ITS Sabtu, 13 Juni 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Ia mengenang Johan sebagai sosok yang sangat berdedikasi. Nilai-nilai yang ia tanamkan semasa hidup, dan kecintaannya pada ITS adalah warisan abadi sekaligus teladan.

"Bahkan sebelum disemayamkan ke Adi Jasa pun, Prof. Johan Silas juga diantar berkeliling ITS sebagai perpisahan dengan kampus pada Senin. Ini membuktikan bahwa keluarga beliau pun sangat mencintai ITS. Kami sungguh berbangga mendapatkan penghormatan yang sedemikian," lanjut Faqih.

BACA JUGA:In Memoriam Pakar Arsitektur dan Tata Kota Prof.Ir. Johan Silas (2): Panutan yang Rendah Hati

BACA JUGA:In Memoriam Pakar Arsitektur dan Tata Kota Prof. Ir. Johan Silas (1): Pemikir yang Berharmoni dengan Surabaya

Sebagai perwakilan keluarga, putra Irmina Maria Silas memberikan eulogi untuk sang opa. Ia mengawali pernyataannya dengan berterima kasih kepada ITS atas kesempatan bagi opanya untuk menjalani prosesi perpisahan terakhir kalinya dengan kampus yang selalu ada di hati sang opa dan keluarga.

"Buat saya pribadi, seperti yang semua orang kenal, Prof. Johan Silas ini tidak pernah berhenti bekerja," ucap Alexander Patrick Pantoro. 

“Dan, ITS adalah memori paling awal saya sebagai cucu opa. Bagi kami, bagi saya, bagi keluarga, ITS adalah bagian dari keluarga kami,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Patrick menegaskan bahwa setelah sang opa meninggal dunia pun, ia dan keluarga besarnya tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi ITS dan seluruh sivitas akademika.

BACA JUGA:Beri Penghormatan Terakhir Prof. Ir. Johan Silas, Tangis Tri Rismaharini Pecah di Samping Ina Silas

BACA JUGA:Maestro Tata Kota Prof Ir Johan Silas Akan Disemayamkan di Plasa ITS, Wariskan Pembangunan yang Memanusiakan


REKTOR ITS Bambang Pramujati memberikan eulogi dalam penghormatan terakhir untuk Prof. Ir. Johan Silas di Plasa Dr. Angka pada Sabtu, 13 Juni 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

"Kami tetap akan terus bersedia bekerja sama dengan ITS. Apa yang bisa saya dan keluarga bantu, pasti akan kami lakukan. Itu yang selalu opa saya sampaikan kepada kami semua," ucapnya. 

Sebelum prosesi dilanjutkan di Krematorium Keputih, Bambang mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Johan karena meminjamkan Johan kepada ITS dan kepada masyarakat Surabaya. Karena kebesaran hati dan dukungan keluarga pula, Surabaya mendapatkan banyak kebaikan dari Johan.

"Surabaya ini, dan terutama ITS, tidak bisa dilepaskan dari kiprah Prof. Johan Silas. Hari ini, beliau meninggalkan kita semua. Tapi, bagi ITS, Prof. Johan Silas tidak pernah pergi. Beliau selalu hidup dalam hati kami," tegasnya. 

Bambang berjanji atas nama ITS untuk terus melanjutkan legacy Johan, terutama mewujudkan pembangunan yang memanusiakan manusia.

BACA JUGA:Johan Silas: Pelestarian Cagar Budaya di Surabaya itu Penting

BACA JUGA:Jaringan Kabel di Pecinan Kya-Kya Akan Dibenamkan Ke Bawah Tanah, Pakar Tata Kota Peringatkan Soal Kebencanaan

"Selamat jalan Prof. Johan Silas. Kami akan melanjutkan perjuangan yang Prof. Johan Silas rintis sejak awal. Memanusiakan manusia dalam pembangunan," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: