Kasus Sate Maut Boyolali Dikirim via Gosend: Begini Trik Pelaku

Kasus Sate Maut Boyolali Dikirim via Gosend: Begini Trik Pelaku

ILUSTRASI Kasus Sate Maut Boyolali Dikirim via Gosend: Begini Trik Pelaku.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Kasus ”sate maut Boyolali” diungkap polisi. Aminah, 56, warga Boyolali, Jateng, meninggal Selasa, 19 Mei 2026. Lalu dikubur. Sepekan kemudian, keluarga lapor polisi. Dilakukan ekshumasi. Alhasil, Aminah diracun menantu Purwadi Wahyudi, 40.

PEMBUNUHAN ini nyaris tak terungkap. Sebab, pelaku merencanakan dengan matang. Dilaksanakan dengan detail tak terduga. Walau pelaku terlalu spekulatif. Berharap agar keluarga korban tidak teliti. Dan, tentunya tak ada kejahatan sempurna.

Dalam konferensi pers di Polres Boyolali, Senin, 8 Juni 2026, Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Indra Wira Saputra menceritakan, kematian Aminah semula dianggap kematian yang wajar oleh pihak keluarga korban. Maka, jenazah dimakamkan sebagaimana umumnya.

Indra: ”Kasus ini terungkap setelah ada laporan keluarga ke polisi. Kemudian, tim polisi menyelidiki. Akhirnya diketahui bahwa itu pembunuhan. Kami mengumpulkan bukti-bukti hukum. Akhirnya, kami menetapkan PW (Purwadi Wahyudi) tersangka.”

BACA JUGA:Perampokan-Pembunuhan di Rumah Bos Sate di Boyolali: Gegara Utang Nrethek

BACA JUGA:Perampokan Sadis di Rumah Bos Sate di Boyolali: Rampok atau Dendam?

Konstruksi perkara demikian:

Purwadi penganggur. Istrinya bekerja. Seluruh nafkah keluarga ditanggung sang istri. Keluarga itu tinggal di Boyolali, tetapi terpisah dari ortu kedua pihak, walau masih satu kabupaten.

Korban Aminah mukim di Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Dia tinggal sendirian. Suaminyi, Diman, sudah meninggal. Anak-anak mereka sudah berkeluarga dan tinggal di rumah masing-masing.

Berikut kronologi kasus tersebut:

Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB, Aminah menerima kiriman via Gosend. Bungkusan plastik kresek hitam. Dibuka, isinya sate ayam plus lontong. Tercatat, pengirim Luriyanti Putri. 

Itu anak kedua Aminah yang tinggal di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. 

Lalu, Aminah menelepon Luriyanti, menyampaikan terima kasih sudah mengirim lontong sate. Dijawab Luriyanti, dia tidak mengirim sate. Sang ibu heran. ”Lalu, ini kiriman dari siapa?” tanya Aminah. Luriyanti tak tahu. Pokoknya, dia tidak kirim sate.

Sate pun dimakan Aminah. Sampai di sini belum diungkap detailnya, apakah setelah makan sate Aminah langsung pingsan atau masih sempat berkegiatan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: