Purbaya Ramal Rupiah segera Bangkit Lebih Kuat, Kapan?

Purbaya Ramal Rupiah segera Bangkit Lebih Kuat, Kapan?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan rupiah mulai menguat pada semester II 2026.--Anisha Aprilia

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Pemerintah mulai melihat peluang pemulihan nilai tukar rupiah setelah beberapa waktu berada di bawah tekanan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan mata uang Garuda akan kembali menguat secara bertahap pada semester II 2026 atau mulai Juli mendatang.

Optimisme tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026," kata Purbaya.

BACA JUGA:IHSG Melonjak 7,57 Persen, Rupiah Menguat, Kepercayaan Investor Mulai Pulih?

BACA JUGA:Rupiah Sedikit Membaik, Dolar AS Ditekan ke Level Rp17.900 pada Perdagangan Hari Ini

Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi hingga awal Juni 2026 masih dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Dari sisi global, pasar keuangan masih dibayangi sentimen risk off akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Sementara dari dalam negeri, tekanan juga datang dari transaksi berjalan dan transaksi finansial.

"Kami juga mencermati perkembangan nilai tukar rupiah hingga awal Juni 2026 masih menghadapi tekanan, terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah menilai tekanan tersebut tidak akan berlangsung permanen. Purbaya meyakini koordinasi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi modal penting untuk memulihkan stabilitas nilai tukar.

BACA JUGA:Rupiah Sedikit Membaik, Dolar AS Ditekan ke Level Rp17.900 pada Perdagangan Hari Ini

BACA JUGA:BI Kerek BI-Rate Demi Tahan Pelemahan Rupiah dan Arus Modal Keluar

Salah satu faktor yang diyakini mampu memperkuat rupiah adalah perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta pendalaman pasar keuangan domestik.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: