AS Akan Sedot Aset-Aset Iran untuk Bayar Kerusakan Perang di Negara-Negara Teluk

AS Akan Sedot Aset-Aset Iran untuk Bayar Kerusakan Perang di Negara-Negara Teluk

Menkeu AS Scott Bessent ancam akan sedot aset-aset dan rekening beku Iran di luar negeri untuk bayar kerusakan di negara-negara Teluk -Brendan Smialowski/AFP-

WASHINGTON, HARIAN DISWAY — Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahannya akan menyita dan menggunakan dana dari rekening-rekening milik Iran untuk membayar seluruh kerusakan yang dialami oleh negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.

Peringatan keras ini disampaikan Bessent melalui akun resminya di platform X pada Kamis, 11 Juni 2026, menyusul eskalasi serangan udara dan maritim yang dilancarkan oleh Teheran ke negara-negara teluk seperti Bahrain, Kuwait, dan Yordania

Bessent memperingatkan bahwa aksi militer yang diambil oleh Iran hanya akan memperparah konsekuensi ekonomi dan finansial yang harus ditanggung oleh negara tersebut. Langkah tegas pembekuan dan penarikan paksa aset asing ini disiapkan Washington sebagai bentuk pertanggungjawaban langsung atas dampak kerusakan di wilayah regional.

"Setiap kerusakan yang ditimbulkannya (Iran) terhadap sekutu kami di Teluk akan dibayar dengan dana yang ditarik dari Rekening-Rekening Iran," tulis Bessent dalam unggahannya di X pada Kamis.

Pernyataan dari bendahara negara AS ini keluar bertepatan dengan ancaman baru yang digulirkan Washington dalam perang melawan Republik Islam tersebut. Pada Kamis pagi, Presiden Donald Trump juga telah menyatakan bahwa militer AS akan meluncurkan serangan baru yang sangat keras serta bersiap mengambil alih infrastruktur minyak utama Iran di Pulau Kharg.


Duel udara rudal balistik Iran dan sistem pencegat Patriot AS di langit dekat Pangkalan Udara AS Al-Azraq Yordania-Naya For Iraq via Egyosint-

BACA JUGA:Trump: Kami Akan Hantam Iran Sangat Keras Malam Ini

BACA JUGA:Iran Klaim Berhasil Hancurkan Pesawat Tempur F-35 yang Parkir di Yordania

Konflik bersenjata ini sendiri bermula ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara terkoordinasi ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian memicu perang terbuka di Timur Tengah hingga mengacaukan rantai pasok energi global global dan melambungkan harga minyak dunia.

Secara spesifik, Bessent juga menyoroti "pungutan" yang diterapkan oleh angkatan laut Iran untuk kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, yang disebutnya sebagai jalur logistik internasional.


Pasukan keamanan laut Iran dengan armada speedboat untuk mengunci lalu lintas Selat Hormuz. Iran memperingatkan rencana AS untuk melakukan pengawalan bisa berbuah pelanggaran gencatan senjata -Hossein Zohrevand/Tasnim News Agency -

Ia menegaskan bahwa setiap biaya tol (pungutan) yang dibayarkan oleh kapal-kapal komersial kepada Persian Gulf Strait Authority akan langsung dipotong dan diganti rugi menggunakan dana yang disedot dari rekening-rekening Iran di luar negeri.

Persian Gulf Strait Authority merupakan lembaga baru yang dibentuk oleh pemerintah Iran untuk memungut biaya lintas bagi setiap kapal yang bertransit melewati Selat Hormuz. Jalur perairan ini merupakan urat nadi transportasi energi dunia yang secara esensial telah ditutup oleh Teheran sejak awal pecahnya perang.

Pada hari Kamis ini, lembaga otoritas Iran tersebut baru saja memperbarui maklumatnya dengan menyatakan bahwa Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya bagi seluruh pelayaran sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: