14 Poin Draf MoU Damai dengan AS Versi Media Iran
14 poin draf kesepakatan damai versi media Iran. Mulai dari nuklir, pencairan aset, hingga kontrol terhadap Selat Hormuz -AI Generated-
7. Dana Rekonstruksi: Rencana rekonstruksi yang harus disediakan oleh AS dan sekutunya dengan nilai total minimal USD 300 miliar.
8. Batas Waktu Negosiasi Nuklir: Periode negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan final mengenai masalah nuklir dan penghapusan menyeluruh terhadap sanksi utama serta sekunder AS, resolusi Dewan Keamanan PBB, hingga resolusi Dewan Gubernur IAEA.
9. Komitmen Non-Senjata Nuklir: Penegasan kembali komitmen NPT (Non-Proliferation Treaty) Iran untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
10. Pembatasan Militer AS: Selama periode negosiasi berlangsung, AS berkomitmen untuk tidak menambah pasukan di kawasan dan tidak memberlakukan sanksi baru.
11. Pencairan Dana Terblokir: Pelepasan dana sebesar USD 24 miliar milik Iran yang selama ini diblokir selama periode negosiasi final 60 hari, di mana setengah dari jumlah tersebut harus sudah tersedia bagi Iran sebelum perundingan dimulai.
12. Mekanisme Pengawasan: Pembentukan mekanisme pemantauan untuk mengimplementasikan perjanjian.
13. Ratifikasi PBB: Kesepakatan final nantinya harus diratifikasi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
14. Ketentuan tambahan: Negosiasi final tidak akan dimulai sebelum setengah dari dana Iran yang diblokir dilepaskan, sanksi minyak ditangguhkan, dan blokade laut dicabut. Kesepakatan final hanya akan membahas nasib materi yang diperkaya dan proses pengayaan, keringanan sanksi, serta program rekonstruksi ekonomi Iran. Pembahasan mengenai program rudal Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok perlawanan telah dipastikan dihapus secara definitif dari agenda pembicaraan.
Meskipun rincian poin draf ini sudah beredar luas, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa teks tersebut masih memerlukan tinjauan mendalam dan finalisasi oleh lembaga-lembaga terkait yang berwenang di internal Iran sebelum resmi dirilis.
Poin-poin perdamaian ini juga masih berasal dari satu pihak, yakni Iran. Belum ada konfirmasi apakah Washington menyetujui.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: