Kemlu Iran: Tidak Ada Rencana Tandatangan MoU Damai Dalam 2 Hari Ke Depan

Kemlu Iran: Tidak Ada Rencana Tandatangan MoU Damai Dalam 2 Hari Ke Depan

Juru Bicara Menteri Luar Negeri, Esmaeil Baqaei.-Twitter/X-

HARIAN DISWAY - Kementerian Luar Negeri Iran mendinginkan spekulasi global mengenai penandatanganan kilat nota kesepahaman (MoU) damai dengan Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Teheran sama sekali tidak memiliki agenda untuk menandatangani dokumen pembatasan perang tersebut dalam waktu 48 jam ke depan, membantah klaim sepihak dari Washington dan Islamabad

Pernyataan ini menanggapi rumor yang beredar luas bahwa upacara penandatanganan akan digelar pada Minggu, 14 Juni 2026, di Jenewa atau Islamabad.

Isu tersebut mencuat setelah Presiden AS Donald Trump sesumbar di platform Truth Social bahwa kesepakatan akan diteken hari Minggu dan Selat Hormuz akan langsung dibuka, yang diaminkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dengan menyebut finalisasi elektronik bakal rampung dalam 24 jam.

“Kita harus menunggu waktu yang tepat untuk penandatanganan kesepakatan potensial. Kami tidak memiliki rencana perjalanan ke Jenewa atau tempat lain dalam dua hari ke depan,” ujar Baghaei dalam pengarahan berita di kota Hamedan, Iran bagian barat, Sabtu, 13 Juni 2026.

BACA JUGA:Donald Trump Sebut MoU Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani Hari Ini, Selat Hormuz Segera Dibuka

BACA JUGA:Iran Tegaskan Draf MoU dengan AS Hanya Fokus Akhiri Perang, Bukan Soal Nuklir

Baghaei menyatakan bahwa Iran sengaja memilih untuk tidak gegabah. Sikap skeptis dan kehati-hatian penuh ini didasari oleh rekam jejak diplomasi yang pahit dengan pihak AS selama ini.

“Tugas kami adalah menjalankan proses diplomatik ini dengan pesimisme. Pengalaman satu setengah tahun bernegosiasi dengan pihak Amerika, berikut dengan janji-janji mereka yang diingkari serta kejahatan mereka selama pembicaraan sebelumnya, menuntut kami untuk mengambil setiap langkah dengan sangat hati-hati dan visi yang jauh ke depan,” kata Baghaei.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang getol menjadi mediator antara AS dan Iran sebelumnya menyatakan pada hari Sabtu, 13 Juni kemarin bahwa kesepakatan damai "kemungkinan besar" akan difinalisasi dalam waktu 24 jam.

"Kita berada lebih dekat dengan kesepakatan damai daripada sebelum-sebelumnya. Dengan finalisasi yang kemungkinan besar diharapkan dalam 24 jam ke depan, Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik untuk kesepakatan damai tersebut segera setelahnya, yang kemudian akan diikuti oleh pembicaraan tingkat teknis pada pekan depan," ujarnya dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: